Pariwara
Muna

Garuda Terbang Empat Kali Seminggu, Skema Subsidi Dikaji Ulang Pemkab Muna

Garuda Indonesia

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna akan mengkaji ulang kerja sama dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines. Jika selama ini Pemkab memberi subsidi dengan sistem block seat, kemungkinan besar hal itu diubah menjadi sistem target revenue. Penataan subsidi itu untuk mengurangi beban belanja daerah.

Kabaghumas Setkab Muna, Amirudin Ako, mengatakan, pada sistem block seat, maskapai Garuda membuka penerbangan dengan jatah 50 kursi penumpang. Dari jumlah itu, 35 kursi diantaranya dibebankan pada Pemkab, sedang 15 kursi lainnya diberikan ke publik. Pemkab harus menguras APBD senilai Rp 4 miliar lebih dengan skema subsidi block seat tersebut.

“Terisi atau tidak, setiap kali penerbangan Pemkab harus bayar 35 kursi dengan harga tiket terendah Rp 520.000 untuk rute Raha-Makassar. Itu konsekuensi kerja sama yang diteken,” jelasnya, akhir pekan lalu. Sedangkan pada sistem terget revenue, Garuda akan membuka 70 kursi penumpang. Pemkab hanya akan memberi subsidi pada kursi kosong pada setiap kali penerbangan. “Misalnya, Garuda terbang hanya dengan 50 kursi terisi, berarti Pemkab harus menutupi 20 kursi sisanya. Prinsipnya, target revenue itu memastikan keterisian penumpang Garuda mencapai 70 kursi,” paparnya lagi.

Mantan Sekcam Kontunaga itu mengatakan, ada beberapa keunggulan sistem target revenue. Diantaranya, beban subsidi Pemkab menjadi fluktuaktif. Tergantung pada jumlah penumpang. Selain itu, jumlah penumpang rute Raha-Makassar bertambah menjadi 70 kursi. Harga minimal tiket penerbangan yang dipastikan lebih rendah.

“Sebelumnya kan tiga kali seminggu. Penerbangannya pun ditambah menjadi empat kali yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Jadwal penerbangan jam 11.00,” tambahnya. Dari segi bisnis, Garuda juga akan lebih leluasa menjual tiket ke publik. Seluruh jumlah kursi boleh diakses penumpang. Dengan demikian, pada libur panjang tiket Garuda juga bisa lebih fleksibel. Prospek ekonomi juga lebih menjanjikan setelah jadwal penerbangan diundur dari jam 09.00 Wita menjadi 11.00 Wita. Sebab memberi kesempatan penumpang dari Buton Tengah untuk menjangkau Bandara Sugi Manuru di Muna Barat. “Konsep itu akan dibicarakan ulang dengan pihak maskapai,” pungkas Amirudin Ako. (c/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top