Pariwara
Bombana

Tak Berkontribusi, Aktivitas Tambang PT REI di Kabaena Tengah Disorot

Ilustrasi Tambang Nikel

KENDARIPOS.CO.ID Keberadaan perusahaan tambang nikel berbendera PT Rohul Energi Indonesia (REI) yang beroperasi di Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, dianggap tak memberi kontribusi berarti bagai masyarakat dan daerah. Disebutkan, hanya beberapa wilayah saja yang mendapat kompensasi dari aktivitas tambang tersebut. Kondisi itu membuat beberapa Anggota DPRD Bombana, khususnya putra Kabaena turun tangan mencari tahu mengapa pihak PT REI melakukan kebijakan seperti itu.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Amiadin, mengaku, ia bersama beberapa anggota dewan akan melakukan peninjauan langsung terhadap permasalahan pemerataan pembagian kompensasi pihak perusahan pada desa yang terdampak. “Kami mendapat laporan itu dari warga. Pembagian kompensasi tidak merata dan hanya diberikan pada beberapa desa saja,” ungkap Ketua DPC PPP Bombana itu, Rabu (28/3/2018).

Amiadin merinci, ada tujuh desa yang terkena dampak dari aktivitas tambang PT REI. Mulai dari Desa Lengora, Lengora Selatan, Lengora Pantai, Lamonggi, Tangkeno, Enano dan Ulungkura. Nyatanya, hanya tiga desa saja yang mendapat kompensasi, yakni Lengora, Lengora Selatan dan Lengora Pantai. ” Ini tidak adil, sementara bukan hanya tiga desa itu saja yang terkena dampak dari aktivitas tambang mereka, empat desa lainnya juga menerima efeknya. Seharusnya pihak perusahaan tidak tebang pilih dalam pemberian kompensasi,” tegasnya.

Tiga desa tersebut memang menjadi lokasi utama penambangan PT REI. Tapi mengacu pada aturan, harus kepada seluruh desa terkena dampak. “Di sini sebenarnya peran Pemkab Bombana yang harus proaktif untuk menyelesaikan masalah. Sebab akan berdampak pada kesejahtraan masyarakat,” sindir putra Kabaena itu.

Anggota DPRD Bombana, Aflan Zudfadli, juga mengungkapkan, masalah PT REI bukan hanya soal pembagian kompensasi yang tidak merata. sebab banyak tenaga kerja yang bukan warga lokal Kabaena dipekerjakan oleh perusahaan itu. “Aksi protes masyarakat juga terkait masalah tenaga kerja yang diambil dari luar Kabaena. Padahal masih banyak warga lokal yang punya kemampuan untuk bekerja, tidak diberdayakan. Masa di daerah sendiri kita hanya jadi penonton. Kami akan melakukan peninjauan langsung di lokasi PT REI. Jika kami temukan apa yang menjadi keluhan masyarakat, akan segera ditindaklanjuti,” janji Aflan, kemarin. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top