Pariwara
Muna

Pemkab Muna Masih Utang Rp 9 M di Proyek Pasar Laino

Proyek Pasar Laino

KENDARIPOS.CO.ID — Proyek pembangunan Pasar Laino memang punya segudang masalah. Baik kekumuhannya, amburadulnya penataan pedagang hingga akses jalan yang buruk. Upaya revitalisasi yang dilakukan Pemkab Muna untuk mengubah wajah Laino menjadi pasar modern masih menyisahkan polemik. Kendati Bupati Muna, LM. Rusman Emba bertekad menuntaskannya tahun ini, Pemkab terhitung masih harus menyelesaikan piutang pada rekanan. Pembangunan pasar modern Laino dimulai sejak 2015 lalu dengan total anggaran Rp 29 miliar. Hingga 2018, bangunan pasar tak kunjung difungsikan. Ternyata, kontraktor berbendera PT Bintang Fajar Gemilang melanggar kontrak. Pekerjaan hanya mencapai 93 persen hingga kontrak berakhir pada 24 Desember 2016, bahkan kendati sudah diperpanjang 50 hari kemudian.

Sesuai ketentuan, atas hal itu rekanan mendapat denda 5 persen. Hanya saja, polemik baru kemudian muncul, apakah 5 persen denda tersebut terhitung dari keseluruhan nilai kontrak atau pada sisa pekerjaan yang tidak selesai. Polemik itu berlangsung hingga setahun lamanya. Nasib Pasar Laino akhirnya terbengkalai. Kisruh Laino kemudian ditangani jaksa selaku tim pengawal pemerintahan daerah (TP4D). Hasil kajian jaksa memutuskan, PT Bintang Fajar Gemilang harus membayar denda 5 persen dari perhitungan 1/1000 perhari x 50 hari masa perpanjangan kontrak ditambah uang jaminan pekerjaan sebesar 5 persen pula. “Jadi rekanan harus bayar 10 persen dari total kontrak. Berarti jumlahnya Rp 2,9 miliar,” jelas La Ode Abdul Sofyan, Ketua TP4D Muna, Selasa (27/3).

Hanya saja, belakangan diketahui, Pemkab Muna juga masih memiliki utang pada pihak rekanan atas biaya pekerjaan yang belum dibayarkan. Nilainya Rp 9 miliar. “Pemkab juga harus segera membayar,” sambung Abdul Sofyan. Buntut polemik tersebut, Pemkab direkomendasikan memblack list PT Bintang Fajar Gemilang dan tak diperkenankan lagi mengikuti proses lelang proyek Pemkab Muna. Terkait utang piutang tersebut, Kepala BPKAD Muna, Ari Asis mengatakan, rekanan berkewajiban lebih dulu menyelesaikan denda pada Pemkab. “Bayar dulu (denda) baru Pemkab juga bayar utang,” alasannya, selasa (27/3).

Setahun terbengkalai, bangunan pasar modern Laino kini mulai mengalami kerusakan dibeberapa titik seperti atap yang jebol, sekat lods pecah dan kondisi lantai keramik mulai retak. “Itu rekanan harus perbaiki lagi, diluar kerusakan akibat alam seperti hujan,” terang mantan Sekretaris DPRD Muna itu. Setelah semua kewajiban rekanan ditunaikan, Aris Asis mengaku siap menuntaskan kewajiban Pemkab yakni utang pekerjaan sebesar Rp 9 miliar. “Kami tunggu kewajiban mereka selesai dulu,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top