Pariwara
Muna

Longsor di Bangkali, Enam Rumah Retak, 32 Warga Mengungsi

BENCANAANAANA : Lokasi longsor di Desa Bangkali, Kecamatan Watoputeh yang sudah diberi garis polisi oleh aparat Polres Muna, senin (26/3). Foto: la Ode Alfin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Peristiwa tanah amblas, terjadi di Desa Bangkali Kecamatan Watoputeh, Muna. Enam unit rumah warga mengalami retak dan menyebabkan 32 penghuninya harus mengungsi. Selain itu, badan jalan pada poros yang menghubungkan Raha-Bandar Udara (Bandara) Sugimanuru, ikut terancam. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

La Ode Rudi menuturkan, sebelum bagian rumahnya ambruk, Minggu (25/3) lalu sekitar pukul 14.00 Wita, hujan deras memang mengguyur. Saat itu ia tidak merasa khawatir sebab lokasi langganan longsor sudah pernah ditimbun menggunakan material tanah. Hanya saja, suara dentuman diikuti getaran mengagetkannya beserta warga lain. Saat ditengok, tanah dengan kisaran diameter lima meter tersebut amblas sedalam lebih kurang 10 meter. Longsong diikuti tanah retak dengan diameter 30 meter termasuk badan jalan.

“Pernah longsor tahun lalu, dalamnya dua meter. Hanya tidak ditangani pemerintah, terpaksa saya timbun sendiri. Sekarang longsor lagi, malah tembok rumah saya retak semua, termasuk lima rumah lainnya,” jelas La Ode Rudi, Senin (26/3). Ia beserta warga lain yang rumahnya terdampak, kini mengungsi di rumah kerabat. Dikhawatirkan, hujan sewaktu-waktu kembali turun dan bisa mengancam rumah serta nyawa mereka jika tetap bertahan. Sebuah posko pengungsian terlihat didirikan di kantor Balai Desa Bangkali.

“Longsoran itu memang satu-satunya tempat air mengalir saat hujan. Belum ada saluran pembuangan,” sambungnya. Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, serta 30 personel kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian. Mereka membantu evakuasi warga dan perabotan rumah untuk dibawa ke pengungsian. Sebuah garis polisi kini dipasang. “Tidak ada korban jiwa. Anggota kami terus berjaga, jangan sampai hujan lagi. Kami juga menyiapkan pengalihan arus lalulintas kalau diperlukan. Jalannya sudah tidak mendukung, retak,” katanya, Senin (26/3).

Sementara itu, Anwar Agigi, Plt. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Muna mengatakan, revitalisasi lokasi longsor segera dilakukan. Kubangan tanah akan ditimbun menggunakan material batu dan tanah untuk selanjutnya di lapisi semen. “Karena ini emergensi, jadi hari ini langsung dikerjakan. Dugaan kami didalam ada lubang besar. Jadi harus ditimbun,” paparnya. Desa Bangkali memang ditetapkan sebagai salah satu lokasi rawan tanah amblas oleh Badan Penganggulangan Bencana Daerah Muna. Khusus kejadian tersebut, Wishye Mahuri, Sekretaris BPBD Muna menjelaskan, longsor disebabkan arus air hujan yang dibiarkan meresap ke dalam tanah dengan volume besar dan terpusat. Sehingga terjadi erosi bawah tanah. “Identifikasi sementara faktor hujan,” urainya.

BPBD mengakui, lokasi longsor sudah menjadi langganan, tercatat itu merupakan kejadian keempat kalinya di wilayah Bangkali. Perlu penanganan komprehensif namun masih terkendala anggaran. Langkah antisipasi sementara, hanya ditimbun kembali. Meski itu bukan jalan keluar tepat untuk jangka panjang. “Kami akan ke sana bawa bantuan tenda, air bersih dan makanan,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top