Pariwara
Muna

Gaet BI Kembangkan Tenun Muna, Disperindag Buka Akses Modal

Tenun Muna

KENDARIPOS.CO.ID — Potensi usaha kain tenun Muna cukup menjanjikan untuk menjadi komoditas andalan daerah. Tenun Muna dikenal karena kualitasnya sebab menggunakan bahan alam dan dikerjakan dengan teknik manual. Selain itu, tenun tersebut juga memiliki 17 motif dengan jangkauan pasar yang mulai merambah mancanegara. Melihat peluang ekonomi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat berupaya mendorong penenun lokal agar meningkatkan produktifitas. Salah satunya dengan membuka akses permodalan.

“Kami sedang membangun kerja sama dengan Bank Indonesia untuk permodalan,” jelas Sukarman, Kepala Disperindag Muna, akhir pekan lalu. Ia menjelaskan, sistem permodalan dimaksud melalui kredit usaha rakyat (KUR). Penenun dapat membentuk kelompok ataupun melalui koperasi untuk kemudian mengajukan pinjaman ke bank. “Persyaratannya dipermudah. Cukup dengan kartu keluarga. Nanti pihak bank akan melakukan survei lapangan sebelum pinjaman dicairkan. Sistemnya seperti KUR, jadi bisa pinjam Rp 25 juta sampai Rp 50 juta,” tuturnya.

Sukarman melanjutkan, keuntungan mengajukan pinjaman modal tersebut adalah adanya pendampingan dari pihak BI. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan manajerial penenun dalam mengembangkan bisnis. “Kerja sama ini semangatnya pemberdayaan tenun lokal,” sambungnya. Ia menyebut, saat ini sudah ada lima desa yang ditetapkan sebagai kampung tenun yakni Lakarinta, Maabholu dan Liangkabori di Kecamatan Lohia. Selain itu ada Desa Masalili dan Mabodo di Kecamatan Kontunaga. Kelima desa tersebut merupakan sentra pengrajin tenun terbesar di Bumi Sowite. Total ada kurang lebih 500 penenun aktif dengan 38 kelompok besar.

“Mereka sudah sejak jaman dulu dan menjadi kearifan lokal tersendiri. Profesi itu turun temurun. Di sana, potensinya memang besar, sebab hampir seluruh kaum perempuan bisa menenun. Itulah mengapa BI tertarik membuka akses permodalan,” paparnya. Sukarman berharap, tenun lokal semakin bersaing dengan produk serupa daerah lain. Apalagi, tenun Muna tidak saja menjadi produk dari usaha kecil menengah, melainkan sebagai kearifan lokal yang dapat mendatangkan wisatawan. “Kampung tenun menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Pemkab,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top