Pariwara
Kolom

Dimana Integritas? Oleh: Prof Hanna

Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — “Gadis” mengamati beberapa fenomena akhir-akhir ini. Mulai masalah hukum, politik, ekonomi, pendidikan, sosisal, dan budaya sepertinya mengalami pergseseran nilai. Tidak seperti diharapkan para pendiri bangsa ini. Kita sudah merdeka secara legitimasi. Namun masih banyak masyarakat belum menikmati makna kemerdekaan itu. Berbagai inovasi telah dilakukan, pembangunan luar biasa pesatnya. Tapi seiring hal itu, kritikan juga lebih dahsyat. Hanya, orang bijak berkata, semakin banyak kritikan, maka makin dewasa dalam kepemimpinan.

Tulisan ini terinspirasi pengalaman saya tahun 2005, sewaktu melakukan kunjungan belajar di Welllenberg Institut. Perguruan tinggi (PT) ini banyak mengangkat isu human rights di Stockholm dan beberapa negara Eropa lainnya. Stockholm adalah ibu kota Swedia. Di negara ini, kita begitu nyaman mempelajari human rights dan sangat demokratis dari sudut pandang implementasi hak-hak asasi manusia.

Pengalaman ini terjadi, ketika kami mendapat jadwal pertemuan dengan parlemen di negara itu. Kala ini, kami bergegas menuju kantor parlemen yang kira-kira satu setengah kilometer dari hotel tempat menginap. Kami hanya berjalan kaki. Dalam perjalanan itu, saya dan beberapa teman memperhatikan seseorang yang berada diantara kerumunan orang yang berjalan seperti kami. Dia sering disapa banyak orang menggunakan kata sandi sebagaimana kebiasaan orang stocholm.

Saking ramainya jalanan, sehingga tidak terasa kami tiba di gedung parlemen yang dituju. Menariknya, orang yang menjadi perhatian di perjalanan tadi, juga bersama-sama kami menyimpan jas hujan di tempat yang sama. Setelah kami dipersilahkan masuk ke ruangan, sambil menunggu anggota parlemen yang akan memberikan penjelasan tentang peran parlemen di negara itu. Tidak lama berselang setelah duduk di ruangan yang telah disiapkan, muncul seseorang dan kami cukup terkejut karena dia adalah orang yang kami perhatikan di perjalanan tadi. Ternyata, dia adalah wakil ketua parlemen di Stockholm.

Namun, rasa terkejut tak berlangsung lama. Sebab setelah itu, berlangsung diskusi menarik. Salah satu teman saya bertanya kepadanya seperti ini: Anda adalah pejabat di negara, tapi bapak berjalan kaki ke kantor ini. Apakah negara tidak memfasilitasi Anda? Sambil menyunggingkan senyum, Wakil Ketua Parlemen Stockholm ini menjawab, yang kalau dalam bahasa Indonesia kira-kira artinya begini: Saya adalah wakil ketua parlemen yang dipilih sekira 78 persen rakyat. Dalam catatan saya, ada sekira 87 persen rakyat kami berjalan kaki dan hidup di apartemen sederhana. Sebagai wakil dari mereka, kami tentu tidak tega menggunakan fasilitas negara ini. Sementara, rakyat yang memilih kami, harus bejalan kaki. “This is an integrity and motivation,” jelasnya.

Integritas. Kata itulah yang paling berkesan dari diskusi bersama Wakil Ketua Parlemen Stockholm. Saya berpikir, mungkin nilai integritas inilah yang harus dimiliki pejabat dan pemimpin negeri ini supaya negara cepat maju. Dengan memiliki integritas, dia berani mundur dari jabatan kalau merasa tidak mampu melaksanakan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kemajuan di beberapa negara disebabkan integritas penyelenggara negara. Di negara kita saat ini, keinginan pemerintah untuk mewujudkan integritas sebenarnya sangat tinggi.

Hal ini dapat dilihat dari adanya penandatanganan pakta integritas sebelum menjalankan tugas yang diemban. Hanya sayang, dalam realitasnya belum maksimal. Pakta integritas sepertinya hanya sebatas simbolis tanpa ada pertanggungjawaban moral di dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan adalah menjadikan integritas sebagai bagian dari kita. Serta melaksanakan tanggung jawab dengan dogma ” Atiullaha wa Atiurrasul wa Ulilamrimingkum (Taatlah kepada Allah, taat kepada Rasul dan para pemimpin diantara kamu). (Hn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top