Pariwara
HEADLINE NEWS

Tak Ada Kontribusi, Merusak Lingkungan, Jalan Tambang Virtue Dragon Diblokir Warga

Warga tujuh desa saat menutup akses jalan tambang PT Virtue Dragon di Morosi.

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Konawe yang bermukim di sekitar pabrik PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sudah kehilangan kesabaran. Tuntutan agar manajemen perusahaan yang mengolah pertambangan nikel itu bisa memberi kontribusi, hanya dianggap angin lalu belaka. Merasa terus diremehkan, Senin (12/3), ratusan warga dari tujuh desa lingkar tambang menggelar unjuk rasa di lokasi tambang PT. VDNI.

Aksi yang dimulai sekira pukul 10.00 Wita itu, dilakukan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama dipusatkan di Desa Besu, Kecamatan Morosi. Dan lokasi kedua, dipusatkan di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala. Di dua lokasi itu, warga yang marah langsung memblokir dua jalur utama menuju kawasan pabrik PT VDNI. Akibatnya, aktivitas perusahaan nyaris lumpuh.

Aksi di Desa Besu diikuti warga tiga desa. Yakni warga desa Besu, Desa Wonua Moringi, dan Mendi Konu. Mereka memblokir jalan dengan membakar ban bekas. Mereka menuntut agar PT. VDNI segera memperbaiki jalan yang rusak akibat banyaknya alat berat yang mondar mandir di tempat itu. “Akibat aktivitas perusahaan, banyak jalan jadi berlubang. Saat hujan, jalanan berubah menjadi lumpur kuning. Sedangkan saat cuaca panas, jalanan dipenuhi debu yang cukup tebal, sehingga menganggu aktivitas warga setempat,” beber Yusran, perwakilan warga desa disela aksi berlangsun.

Karena permintaannya hanya seputar perbaikan jalan, permintaan warga langsung direspon pihak PT.VDNI. Melalui salah satu perwakilannya, perusahaan dengan investasi triliunan rupiah ini berjanji akan segera membenahinya. Meski belum sepenuhnya percaya, namun warga Desa Besu tetap menghargai kesepakatan yang ada. Lagi pula sudah dimediasi pihak kepolisian. “Sudah ada kesepakatan dengan pihak PT VDNI. Janjinya, 2019 jalanan harus sudah diperbaiki semua. Kalau mereka tidak tepati, maka kami akan gelar aksi lebih besar lagi,” tegasnya.

Sekira pukul 12.30 Wita, aksi di Desa Besu, Kecamatan Morosi selesai. Namun, kondisi berbeda terjadi di lokasi aksi satunya, tepatnya di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala. Di tempat ini, ratusan warga juga menutup jalur utama yang menghubungkan pabrik dengan pelabuhan. Jalur ini digunakan untuk membawa pasokan bahan baku pabrik.

Akibat diblokir warga, sehingga aktivitas perusahaan nyaris lumpuh. Sebab, bahan baku pabrik yang dimuat dalam puluhan truk dari pelabuhan, tak bisa lewat karena dihalangi kendaraan warga yang disimpan di tengah jalan. Tak hanya itu, warga juga membakar ban bekas di tengah jalan, sehingga makin membuat aktivitas perusahaan tersendat.

Aksi ini dipimpin langsung Kasman Hasbur, Ketua Forum Pemerhati Masyarakat Lingkar Tambang yang juga mewakili masyarakat Kecamatan Kapoiala. Kasman Hasbur menegaskan, masyarakat akan terus menggelar aksi sampai manajemen PT. VDNI memenuhi tuntutan yang diminta. “Kami minta pihak perusahaan merealisasikan CSR, memberikan kompensasi kerusakan tambak ikan akibat limbah pabrik yang di buang di sungai. Sebab, hal ini menghancurkan mata pencaharian masyarakat,” tegasnya diaminkan ratusan warga lainnya disela aksi.

Sementara, Deputy Branch Manager PT VDNI Chairillah Wijdan membantah soal tak ada realisasi CSR, dia mengklaim telah melakukan kerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO). Tepatnya, untuk melakukan study dan design tentang CSR khususnya bagi masyarakat di lingkungan kawasan industri. “Tidak benaritu. termasuk ada limbah perusahaan yang mencemari tambak warga,” ujarnya. (hel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top