Pariwara
HEADLINE NEWS

Sengketa Kebun di Kolaka, Petani Cengkih Ditebas Dileher Sampai Tewas

TEWAS : Rusli, petani cengkih di Desa Sani-sani Kecamatan Samaturu, Kolaka meregang nyawa usai di tebas tetangga kebun, Mustahang, Senin (12/3). Keduanya berselisih dan berujung tewasnya Rusli. Polisi memasang garis polisi di TKP. Foto lain, jasad Rusli sebelum dievakuasi dari kebun cengkih. Foto: Zulfadly/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa kebun hingga berujung tewasnya petani cengkih terjadi di Kolaka. Dua warga Desa Sani-sani Kecamatan Samaturu, Rusli dan Mustahang berselisih di kebun. Rusli tak menyangka serangan dari Mustahang dan akhirnya meregang nyawa di ujung parang milik Mustahang. Sengketa berdarah itu terjadi Senin, (12/3).

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna mengungkapkan, peristiwa berdarah itu berawal saat pelaku Mustahang sedang membersihkan kebun miliknya yang ada di Desa Sani-sani. Saat Mustahang sibuk membabat rumput, korban Rusli bersama dua orang anaknya, Piang dan Kiki datang menegur pelaku karena korban merasa bahwa kebun yang dibersihkan Mustahang adalah milik Rusli.

Korban Rusli lalu bertanya kepada pelaku, mengapa kebunnya dibabat. “Pelaku lalu menjawab. Kenapa? Kebunku juga ini, sudah saya beli,” ujar Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna mengutip pengakuan pelaku Mustahang, senin (12/3).

Tak lama kemudian, pelaku Mustahang menghunus parang digenggamannya. Pergelangan kaki korban Rusli jadi sasaran. Telak. Rusli lalu tersungkur. Belum lagi Rusli membalas, Mustahang lalu menyerang bertubi-tubi. Mustahang menyasar leher bagian kanan Rusli yang sudah tak berdaya.

Tiga kali sabetan tepat kena sasaran. Leher Rusli robek. Darah pun mengalir deras. Masih belum puas. Mustahang kian beringas. Betis betis kanan bagian belakang di cacahnya pakai parang. Kepala bagian belakang Rusli kembali dihantam sebanyak dua kali. Mustahang belum berhenti meski Rusli sudah tak berdaya. Parang kembali diayunkan dan mengenai punggung sebelah kanan dan telinga sebelah kiri. “Akibat kejadian tersebut, korban Rusli meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ungkap AKP I Gede Pranata Wiguna.

Perwira dengan tiga balok di pundak itu mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara persis motif pemarangan yang dilakukan oleh pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Kami belum tahu persis motifnya karena korban masih kami periksa. Adapun pasal yang dapat disangkakan kepada pelaku yakni pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara serta pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandas AKP I Gede Pranata Wiguna. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top