Pariwara
Muna

Sekab Muna Alasan tak Tahu Mutasi Bermasalah

Nurdin Pamone

KENDARIPOS.CO.ID — Polemik kebijakan mutasi besar-besaraan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna terhadap para kepala sekolah belum kunjung selesai. Bupati Muna, LM. Rusman Emba bahkan sempat mengungkapkan kegeramannya terhadap kinerja dinas teknis yang mengurusi soal tersebut. Terang-terangan Rusman menyebut akan mengevaluasi anak buahnya.

Rusman Emba menilai ada yang tidak beres dalam koordinasi Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Hanya saja, ditengah polemik itu, sikap berbeda justru ditunjukkan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Muna, Nurdin Pamone. Kendati masalah ini sudah ditanggapi DPRD dengan merencanakan pembentukan panitia khusus (Pansus), Nurdin masih membela birokrasinya.

“Saya tidak tahu (ada masalah itu). SKPD tidak ada masalah. Justru saya baru tahu dari anda. Setelah itu nanti saya tanyakan ke dinas,” dalihnya, Senin (12/3). Nurdin membantah jika komunikasi antar SKPD tidak berjalan lancar. Sebagai pimpinan tertinggi aparatur sipil negara di Muna, ia menilai kalaupun mutasi menimbulkan masalah, misalnya dengan melahirkan dua pejabat kepala sekolah pada satu institusi yang sama, Nurdin menyebut itu hanya soal administrasi. “Bukan masalah serius itu,” entengnya.

Soal rencana pemanggilan DPRD terhadap dirinya juga ditanggapi santai birokrat senior ini. Ia menganggap pembentukan Pansus adalah mutlak kewenangan legislatif. Meski persoalan tersebut akan diadukan ke komisi Aparatur Sipil Negara “Kalau di panggil, saya datang,” ungkapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muna, Ashar Dulu, membantah jika kebijakan mutasi masih berpolemik hingga saat ini. Terkait sekolah yang dijabat dua kepala sekolah, juga dikatakan jika hal itu tidak benar. Meskipun, ia mengakui jika kebijakan mutasi yang dilakukan Pemkab sempat menimbulkan kegaduhan di Muna. “Yang di (SDN 2) Duruka itu tidak ada masalah. Kaseknya yang sah sesuai petikan atas nama La Ode Mualik, sedangkan Herman La Ome itu di SD 9 Duruka. Hanya yang bersangkutan tidak mau mengambil SK-nya,” terangnya.

Ashar mengklaim, saat ini seluruh sekolah sudah menjalankan proses belajar mengajar dengan normal. Bahkan, seluruh sekolah sedang memersiapkan diri menghadapi ujian nasional. Soal mutasi yang dituding bermuatan politik, ia tidak mau mengomentarinya. “Itu diluar domain saya. Kami hanya mengusulkan, hal-hal diluar kewenangan Diknas, saya tidak bisa komentar. Silahkan tanyakan ke BKPSDM,” argumentasinya.

Sementara itu, ditemui di kantornya, La Kusa, Kepala BKPSDM Muna tiba-tiba irit bicara. Ia lebih banyak meminta “off the record” saat ditanyakan banyak hal terkait mutasi. Yang pasti, dirinya tidak membantah kalau ada sekolah yang dijabat dua Kasek. “Tapi hari ini saya sudah selesaikan. Kasek yang sah sudah dipanggil datang ambil SK-nya. Kalau dipanggil anggota dewan, kami pasti datang. Kemarin(senin (12/3), red) itu hanya karena bertepatan saya di luar daerah,” tandasnya. (b/ode)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top