Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Gerakan Ekonomi Daerah, Pemerintah Gelontorkan Dana Triliunan

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat: Ilustrasi Program Padat Karya Tunai dilakukan guna menggerakkan perekonomian daerah. Foto: Jawa Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat telah menggelontor dana triliunan rupiah untuk Padat Karya Tunai (PKT) guna menggerakkan perekonomian di daearh. Sejak awal 2018, Presiden Joko Widodo diketahui telah meninjau 10 PKT di berbagai daerah.

Dari 10 PKT yang ditinjau Jokowi, 9 diantaranya berada di Tegal, Tasikmalaya, Lampung Selatan, Musi Banyuasin, Dharmasraya, Tanah Datar, Seram Bagian Barat, Gowa dan Tabanan.

Untuk kunjungan kesepuluh, dilakukan Jokowi, Minggu (11/3) lalu, di desa Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, dimana di lokasi ini dilaksanakan PKT irigasi kecil dan jalan produksi.

Jokowi mengatakan, dari PKT yang dilakukan di desa Kempek ini, diharapkan bisa mengalirkan air ke sawah secara maksimal. Selain itu, Jokowi juga ingin agar dari PKT ini dapat menambah daya beli masyarakat.

“Upah yang diberikan sebesar Rp 100 ribu untuk tukang dan Rp 80 ribu untuk pembantu tukang. Selain memperbaiki jalan produksi dan irigasi, yang paling penting bisa menambah daya beli masyarakat di desa dan daerah sehingga tingkat konsumsi juga akan naik,” katanya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, di seluruh Indonesia, jumlah PKT irigasi kecil adalah 5.000 lokasi yang anggaran per lokasinya sebesar Rp 225 juta.

“PKT bertujuan untuk mendistribusikan uang ke desa, namun dengan cara bekerja (membangun infrastruktur yang akan meningkatkan produktivitas). Sementara di tahun 2018 ini, program PKT dianggarkan Rp 11,28 triliun dan akan melibatkan 280.288 orang dengan porsi belanja upah pekerja mencapai Rp 2,42 triliun,” terangnya.

Dijelaskan, PKT irigasi kecil di desa Kempek merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3TGAI) yang dilaksanakan dengan pembuatan saluran irigasi kecil sepanjang 590 meter dengan anggaran Rp 225 juta. Dari PKT ini juga melibatkan 112 orang yang merupakan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Swasembada dengan masa kerja 60 hari.

Untuk PKT jalan produksi ini sendiri, merupakan program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew). Di desa Kempek, dilakukan pembuatan jalan produksi sepanjang 800 meter dengan anggaran Rp 600 juta. Pekerjaan ini, dilakukan selama 3 bulan dan memakai 20 orang setiap harinya.

“Di Kabupaten Cirebon pula, Kementerian PUPR melakukan PKT irigasi kecil di 43 desa dengan anggaran Rp 9,45 miliar. Lalu untuk pemeliharaan jalannya, dilakukan pembersihan rumput, drainase, dan pengecatan bahu jalan dengan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar,” imbuhnya.

Lanjutnya, di desa Kempek ini, PUPR melakukan PKT bedah rumah sebanyak 40 unit dengan anggaran Rp 600 juta. Sementara di Kabupaten Cirebon, PKT bedah rumah dilakukan di 19 desa dengan total 782 unit dan menyerap 19.550 tenaga kerja. Untuk anggarannya, mencapai Rp 11,73 miliar. (JPG)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top