Pariwara
Edukasi

FHIL dan Pascasarjana UHO Peduli Lingkungan

Bedah Buku: Ka-Ki: Prof. Dr. H. Usman Rianse, M.S., Wakil Rektor II UHO, Prof. Dr. Weka Widayati dan Dr. Analudin yang berperan sebagai pembedah serta Safril Kasim, SP. MES (kiri) sebagai moderator dalam kuliah umum dan bedah buku “Dibalik Krisis Ekosistem”, di Aula Pascasarjana UHO, Kampus Abdullah Silondae, Kemaraya, Kendari, Sabtu (10/3).

KENDARIPOS.CO.ID — Merespon fenomena kerusakan hutan dan lingkungan di Indonesia, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) berkolaborasi dengan Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) memprakarsai kegiatan bedah buku “Dibalik Krisis Ekosistem” yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Hariadi Kartodihardjo, M.S.

Bedah buku yang berlangsung di Aula Pascasarjana UHO pada Sabtu (10/3) lalu, dihadiri langsung sang penulis serta 200 orang mahasiswa FHIL UHO, mahasiswa program pascasarjana (S2) dan program doktor (S3) lingkup kampus hijau, termasuk undangan dari unsur akademisi, penggiat LSM, Pemda dan media massa.

Kegiatan bedah buku ini yang dimoderatori oleh Safril Kasim, SP.MES., membawa lima orang akademisi yang berperan sebagai pembedah. Mereka adalah Prof. Dr. H. Usman Rianse, MS., Wakil Dekan II FHIL, Dr. La Baco, Wakil Dekan III FHIL, Dr. Sitti Marwah, Wakil Rektor II UHO, Prof. Dr. Weka Widayati dan Dekan FMIPA UHOm Dr. Analudin.

Memulai review pada sesi pertama, Dr. La Baco menekankan pada cara berpikir keliru dengan menganggap jasa ekosistem tidak penting. “Kekeliruan selama ini terletak pada cara berpikir yang menganggap bahwa ekosistem tidak bernilai ekonomi sehingga dalam pertimbangan pemanfaatan SDA tidak diikutsertakan,” terangnya.

Dr. Sitti Marwah berkesempatan memberikan tanggapannya pada bagian kedua dari buku “Dibalik Krisis Ekosistem” tentang Trans Disiplin Tata Kelola Lanskap. Menurutnya, secara implisit dibalik krisis ekosistem, terdapat banyak faktor dan persoalan sosial ekonomi, lingkungan, hukum, tata kelola, moral dan politik yang terkait, baik sebagai penyebab maupun dari ekosistem yang semakin rusak.

Selanjutnya, pada sesi kedua, Prof. Weka Widayati buku ini tidak hanya mengupas permasalahan krisis kehutanan dan lingkungan, tetapi sekaligus memberikan solusi dan mengobati luka menganga yang menahun. Dalam kapasitasnya sebagai pakar kelembagaan, Prof. Weka mengatakan Indonesia mempromosikan sektor kehutanan sebagai model pembangunan ekonomi berkelanjutan yang adil dari sudut pandang green growth, akan tetapi mekanisme dan prosesnya dikacaukan oleh praktik koruptif dan bad governance.

Prof. Usman Rianse tampil tegas dan berani. Ia mencoba mengkritisi beberapa hal yang menurutnya penting untuk ditulis dalam karya “Dibalik Krisis Ekosistem”. Kompleksitas permasalahan lingkungan yang telah dikemukakan para pembedah yang mendahuluinya memantik nalar salah satu guru besar UHO ini untuk fokus menelaah beberapa hal, diantaranya mengenai tata kelola yang buruk, masalah pola pikir, fenomena state capture (penyanderaan negara), fungsi publik vs fungsi ekonomi, dan jasa-jasa lingkungan.

Menurut hemat Mantan Rektor UHO dua periode tersebut, revolusi mental dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup tidak identik dengan legalitas formal yang dibuat oleh negara dalam pengelolaan hutan. Justru lebih pada penyadaran diluar sistem ekosistem itu sendiri, tegasnya.

Diakhir kegiatan, penulis, Prof. Hariadi Kartodihardjo juga berkesempatan menyampaikan pandangannya guna menambahkan beberapa hal yang menjadi penjelas sekaligus latar belakang bagaimana bukunya disusun. Ia melihat perusakan ekosistem bukan kerusakan fisik tapi justru kerusakan pikiran. Kuliah umum dan bedah buku itu berjalan sangat dinamis dengan diselingi penyerahan cenderamata kepada para pembedah oleh Direktur Pascasarjana UHO dan photo session. Menariknya, mengantarai tiap sesi kegiatan, panitia penyelenggara mewarnai kegiatan bedah buku dengan art performance melalui aksi musikalisasi puisi,tari dan teatrikal yang dipersembahkan oleh mahasiswa dan mahasiswi FHIL UHO yang tergabung dalam unit kegiatan Forum Seni Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (Faskil). Hiburan tersebut kembali membangkitkan semangat peserta untuk lanjut pada sesi selanjutnya. (agr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top