Pariwara
Konawe Utara

Aset Pemkab Konut Capai Rp 1,3 T

Marthen Minggu

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Konawe Utara (Konut) mengkalkulasi, aset yang dimiliki daerah itu mencapai Rp 1,3 triliun sejak mekar pada tahun 2007 dari Konawe. Aset dengan capaian hingga triliunan tersebut didasari atas kepemilikan aset bergerak maupun tak bergerak. Kepala BPKAD Konut, Marthen Minggu, menuturkan capaian aset Konut hingga Rp 1,3 triliun merupakan total dari akumulasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang didistribusikan sejak Konut mekar.

“Uang yang sudah dibelanjakan Pemkab Konut untuk aset. Kan aset itu ada beberapa macam yakni bergerak maupun tak bergerak,” ujar mantan Kepala Inspektorat itu, akhir pekan lalu. Marthen Minggu menjelaskan, aset bergerak yang dimaksud meliputi kendaraan roda dua maupun empat. Sementara aset tak bergerak meliputi tanah dan bangunan pemerintahan.

Ketika dalam pemeriksaan BPK, keberadaan aset-aset itulah nantinya akan dipertanyakan oleh auditor. Misalnya, kantor bupati sudah berapakali dianggarkan. Sehingga pada pemeriksaan dua tahun yang lalu oleh BPK menemukan ada keganjilan. Setelah ditelusuri sekitar Rp 100 miliar aset yang tidak jelas keberadaannya. “Pemeriksaan BPK itu berdasarkan data pasti. Dari Rp 1,3 triliun masih ada sekitar Rp 100 miliar lebih yang tidak jelas barangnya. Entah dibeli atau tidak, apa fiktif atau tidak. Kalau memang dibeli, barangnya mana. Itulah yang namanya temuan. Kemarin(minggu (11/3), red) pengelolaan keuangan kita sudah bagus, kenapa kita WDP karena terganjal diaset,” ujar mantan Sekretaris Bappeda Konut tersebut.

Dengan adanya temuan soal aset, berimplikasi negatif terhadap opini yang diberikan BPK wilayah Sultra terhadap Pemkab Konut. Sebagai tindak lanjut untuk keluar dari status WDP menjadi WTP, BPKAD Konut terus berupaya menuntaskan keberadaan aset yang menjadi temuan BPK hingga Rp 100 miliar. Penuntasan temuan aset itu, BPKAD telah membentuk tim penelusuran untuk mengidentifikasi aset-aset tak jelas itu. “Kita panggil Kadisnya, buka APBD 2008 misalnya ada pengadaan mobil. Mana itu mobil, ternyata mobil itu ada sama mantan anggota DPRD dulu. Contohnya mobil Innova silver ada sama mantan anggota DPRD. Saya perintahkan bidang aset telusuri itu mobil. Kalau rusak, foto mobilnya. Itulah yang sementara dikerjakan,” papar Marthen Minggu.

Ia menginstruksikan pada Kepala Bidang Aset jika kinerja aset bukanlah tarik kendaraan dinas. Melainkan menunjukan barang yang sudah dibeli. Kalau tidak ada barangnya dibuatkan surat keterangan. “Makanya kalau hilang dibuatkan berita kehilangan. Bahwa benar barangnya dibelanjakan tapi sudah hilang. Karena kalau tidak seperti itu, maka akan menjadi temuan oleh BPK,”pungkasnya. (b/min)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top