Pariwara
Metro Kendari

Anduonohu Diproyeksi Bebas Banjir, Plt. Wali Kota Kendari Pantau Pengerukan Sungai

ATASI BANJIR : Plt.Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) turun langsung ke lapangan untuk memastikan program normalisasi sungai berjalan maksimal di kawasan Anduonohu. Foto: Elyn Ipo/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kawasan jalan poros Anduonohu tepatnya di depan Ruko HBM menjadi langganan banjir di dua tahun terakhir. Pembangunan pertokoan dan perumahan di kawasan itu cukup padat sehingga daerah resapan air berkurang. Dua jam hujan deras, dipastikan kawasan itu tergenang.

Melalui normalisasi sungai diharapkan menjadi solusi jangka pendek banjir di Metro Kendari. Sabtu (10/3) kemarin kegiatan pengerukan sungai dipantau langsung oleh Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Pasangan Adriatma Dwi Putra itu, mengajak seluruh jajarannya untuk peka terhadap semua potensi banjir di wilayah masing-masing. Penanganan banjir ini memang menjadi prioritas Pemkot dan sesuai permintaan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra kepada Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

Ketua DPD PKS Kota Kendari itu mengatakan salah satu cara mengantisipasi banjir adalah memastikan hilir sungai proporsional. “Pengerukan sungai ini jangan setengah-setengah kalau mau menangani banjir. Kalau tidak sampai dihilirnya berarti ini hanya sebatas memindahkan masalah, karena pasti airnya mengarah ke permukiman warga yang lain,” ujar Sulkarnain Kadir di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia, Sabtu (10/3).

Kepada seluruh masyarakat dan aparatur kecamatan, Sulkarnain mengimbau agar rutin menggelar kerja bakti sehingga ada rasa tanggung jawab warga untuk memastikan lingkungannya bebas sampah. “Saya sudah instruksikan camat-camat agar mengarahkan warganya untuk kerja bakti. Ada Koramil juga siap bantu, dikoordinasikan dengan para lurah,” perintah Sulkarnain kepada aparaturnya saat melihat langsung proses pengerukan.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Kendari, Mahmud Buburanda mengatakan setelah identifikasi lapangan, penyebab banjir di Anduonohu adalah pertemuan dua sungai. “Disini ada Kali Sambala dan Kali Anduonohu. Nah kalau hujan deras, airnya meluap. Makanya kita perlebar, tetapi masalahnya banyak warga yang membangun ditempat yang tidak tepat sehingga menghambat aliran air,” jelasnya. (ely/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top