Pariwara
Edukasi

Perguruan Tinggi Swasta Didorong Berkompetisi

Bambang Supriyadi

KENDARIPOS.CO.ID — Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Jogjakarta didorong untuk terus berkompetisi. Bersinergi dengan positif untuk menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas. “Mereka kami dorong berkompetisi. Tapi dengan istilah kompetisinya itu bukan saya maju yang lain mati, tapi kompetisi bersinergi sama-sama maju. Kompetisi positif, bukan kompetisi saya maju orang lain mundur,” ucap Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V Bambang Supriyadi, Jumat (9/3).

Saat ini PTS di wilayahnya tercatat sebanyak 107 lembaga. Data terakhir di Oktober 2016 silam, hanya 105, artinya PTS di Jogja terus bertumbuh. Penambahan program studi pun terus mengalami peningkatan, dari sebanyak 550 prodi kini menjadi 607 prodi. Menurutnya penambahan PTS itu setelah dibukanya Politeknik Adisutjipto. Serta adanya merger antara STIKES Ahmad Yani dan STMIK Ahmad Yani menjadi Universitas Jenderal Ahmad Yani. “Jumlahnya tidak banyak berubah, ada penambahan dan juga pengurangan,” ucapnya.

Sesuai dengan keinginan pemerintah pusat pada 2017 lalu, secara nasional perguruan tinggi dari sekitar 4.500 yang ada bisa berkurang setidaknya bisa menjadi 3.500-an. Melihat jumlah yang ada di Jogjakarta, menurutnya masih belum terlalu berjalan.

Untuk itu, pihaknya pun mendorong agar perguruan tinggi yang kecil-kecil, tidak mempunyai prestasi, dan tak bisa meningkatkan kualitas lulusannya supaya merger. Atau sekalian ditutup, daripada menurutnya tak menghasilkan apa-apa. Dari datanya, ada setidaknya 10 perguruan tinggi yang mengalami nasib seperti ini. Hidup segan, namun mati juga tidak mau. Seperti jumlah mahasiswanya tak lebih dari 50 orang, dan sistem pembelajarannya kurang.

Itu disampaikannya seperti dalam pertemuan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Melibatkan bersama PTS dan badan penyelenggara atau yayasan perguruan tinggi swasta. “Di situ kami sampaikan perkembangan informasi yang dilakukan PTS,” katanya.

Selain itu juga melalui pemanggilan terhadap PTS yang mengalami kesulitan. Mengevaluasinya dan membahas bagaimana atau langkah apa yang akan ditempuh. “Masih bisa (jalan) tidak, kalau tidak sarannya ya mereka merger atau ditutup. Daripada dijalankan tapi tidak ada hasilnya,” pungkasnya. (JPG)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top