Pariwara
Bombana

Aktivitas 15 Perusahaan Tambang di Bombana, Kabaena Jadi Langganan Banjir

Andi Syarifuddin

KENDARIPOS.CO.ID — Wilayah Kabaena di Kabupaten Bombana kini menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Menurut pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana, salah satu penyebab hingga Pulau Kabaena menjadi sentra genangan air karena penggundulan hutan akibat aktivitas pertambangan. Di daerah itu, tercatat ada sekitar 15 perusahaan tambang yang beroperasi mengeruk nikel dan krom.

Pendapat tersebut disampaikan Kepala BPBD Bombana, H. Andi Syarifuddin, Jumat (9/3). Enam kecamatan di pulau tersebut akan tergenang meski hujan hanya turun satu atau dua jam saja. “Dimusim hujan ini kami terus mengimbau masyarakat agar bekerja sama meminimalisir terjadinya banjir. Salah satunya dengan membersihkan penyumbatan drainase dan menjaga kebersihan kali atau danau. Jangan sampai gara-gara sampah, kalinya meluap,” imbaunya, jumat (9/3).

Andi Syarifuddin menyadari, rawannya banjir yang terjadi di Kabaena karena penggundulan hutan. Ia berharap agar masyarakat menjaga kondisi hutan yang masih tersisa. Namun saat ditanya apa imbauan BPBD pada pelaku tambang, ia enggan berkomentar banyak. “Bukan tupoksi saya. Yang jelas kami siap bertugas dalam melakukan penanggulangan bencana,” paparnya.

Andi Syarifuddin mengaku, dalam penanggulangan bencana khususnya banjir, pihaknya telah membentuk tim reaksi cepat yang melakukan operasi secara mobile dan siap kapan saja bila dibutuhkan melakukan evakuasi atau praevakuasi. “Tim reaksi cepat kami berkerja sama dengan beberapa instansi, diantaranya Polri, TNI dan beberapa pihak terkait seperti PU dan Dinsos. Jadi kalau ada yang membutuhkan, mereka langsung merespon cepat dan segera meluncur ke lokasi bencana,” tuturnya.

Ananta, salah satu warga Kabaena yang bekerja di ibu kota Kabupaten Bombana, membenarkan bila Kabaena menjadi lokasi langganan banjir di musim penghujan. Ia menyimpulkan, penyebabnya karena eksploitasi tambang tanpa tindakan reboisasi dari para pemilik perusahaan. “Di Kabaena itu ada kurang lebih 15 tambang yang beroperasi. Penambangan tersebut membuat hutan-hutan gundul tanpa memikirkan dampaknya untuk masyarakat. Mereka dapat untung, kita dapat apesnya. Ya, banjir itu,” keluhnya. (b/kmr)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top