Pariwara
Kolaka Timur

Bupati Koltim Genjot Sektor Pertanian

H. Tony Herbiansyah

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbiansyah terus mencari terobosan penting untuk memajukan daerah dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satu aspek yang menjadi perhatian serius supaya bisa mewujudkan hal itu adalah sektor pertanian. Menurutnya, kalau pertanian dimaksimalkan, maka kehidupan masyarakat petani bisa lebih baik. “Makanya, kami sangat memperhatikan sarana dan prasarana pendukung pertanian. Ini penting supaya bisa membantu petani. Seperti perbaikan saluran irigasi, pembangunan bendungan, pengadaan sawah, bantuan alsintan, bantuan bibit padi dan jagung,” kata Tony Herbiansyah.

Dia mengaku pembangunan sektor pertanian adalah menjadi fokus di pemerintahannya. Dia pun sudah menuangkan idenya tersebut di dalam visi dan misi Pemkab Koltim. Mantan Kepala BKD Sultra ini, mengatakan mayoritas penduduk Koltim berprofesi sebagai petani. “Sehingga tentu sangat tepat kalau sektor pertanian menjadi salah satu unggulan,” ujarnya.

Lebih jauh Ketua DPW NasDem Sultra ini menjelaskan, daerah yang dipimpinnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan area persawahan. Buktinya pemerintah pusat telah mengalokasikan uang ratusan miliar untuk membangun waduk Ladongi, bendungan Mokeseu, dan bendungan Pelosika. Mantan Kepala Kesbangpol Sultra ini menambahkan, Koltim juga mendapat perhatian serius dari Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman. Sebagai bentuk perhatian, dia pernah berkunjung di Koltim Desember 2017 lalu. “Alhamdulillah pasca kedatangan Mentan, daerah ini makin luar biasa. Mentan mengalokasikan bantuan begitu banyak. Seperti bantuan 16 ribu bibit jagung, kakao, lada dan eksavakator,” jelasnya.

Dia menambahkan, keberadaan bendungan tersebut menambah area persawahan makin produktif. Seperti waduk Ladongi akan mengaliri sawah seluas 3.604 hektar. Sementara bendungan Mokoseu akan mengaliri area persawahan seluas 3.000 hektar, dan bendungan Pelosika akan mengaliri sawah seluas 20.040 hektar. “Bendungan tersebut di danai langsung pemerintah pusat, melalui dana APBN,” ucapnya.

Selain itu, surplus produksi panen di sektor pertanian meningkat. Tercatat selama 3 tahun berturut-turut mengalami peningkat drastis, khususnya padi dan jagung. Pada tahun 2014 produksi padi mencapai 85.000 ton gabah kering panen (GKP), tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 89.000 ton. Pada Tahun 2016 naik sekitar 94.000 ton gabah kering panen. Panen padi sawah meningkat setiaph hektar mencapai 6-7 ton, dan Alhamdulillah Koltim surplus beras 43.000 ton. Makanya sangat pantas jika Gudang Bulog berdiri di Koltim. “Alhamdulillah gudang bulog sementara dibangun, nah nanti akan ditampung disana hasil panen petani,” katanya. (b/kus)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top