Pariwara
Metro Kendari

Rusunawa Bungkutoko Tuntas, Tapi Belum Dimanfaatkan

RUSUNAWA : Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Bungkutoko sudah tuntas sejak 2017. Namun belum dapat dimanfaatkan. Pemkot masih menungu penyerahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pekerjaan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Bungkutoko sudah tuntas sejak 2017. Hanya saja, hingga saat ini rumah tinggal yang diperuntukkan bagi buruh pelabuhan itu belum juga dimanfaatkan. Gedung megah itu kini hanya dihuni beberapa orang yang ditugaskan sebagai penjaga saja. Sementara, buruh yang ingin tinggal disana sudah mengantri sejak tuntasnya proyek itu. Sebab, aktifitas bongkar muat sudah dimulai sejak akhir tahun 2017.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Muhammad Saiful mengatakan pihaknya hanya menunggu penyerahan resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengelola Rusanawa itu. “Hal ini sudah saya sampaikan di dalam forum waktu rakor Rusun se Indonesia di Surabaya akhir tahun 2017 lalu bahwa Rusunawa Bungkutoko saat itu belum diserahkan ke kami, jadi belum bisa kita pakai,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Baru-baru ini kata dia, internal kementerian sudah membahas itu. Akan tetapi Pemkot Kendari belum menerima hasil pertemuan itu. “Kita belum tahu apa kendalanya, apakah ada yang tidak sesuai dengan kontrak atau apa, karena ini proyek APBN, pemerintah pusat yang kerjakan melalui pihak ke tiga,” jelas Muhammad Saiful.

Saiful melanjutkan, soal pendataan siapa saja yang akan memanfaatkan Rusun itu juga belum di pastikan. Yang jelas semua itu akan disiapkan setelah rusun diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kota. “Sejak awal kesepakatannya seperti itu, dibangun dengan APBN, Pemkot hanya menyiapkan lahan. Nanti setelah selesai akan dikelola daerah, tapi intinya saya tidak bisa memprediksi kapan,” ungkapnya.

Rusunawa berkonstruksi tiga lantai dan memiliki 50-an kamar itu dibangun dengan anggaran pusat sebesar Rp 17 miliar. Proyek itu atas usulan Pemerintah Kota Kendari untuk mendukung aktivitas pelabuhan Bungkutoko dan New Port Kendari. “Mudah-mudahan secepatnya, karena tahun ini new port juga sudah selesai, otomatis buruh juga semakin banyak yang datang disini,” tandas Muhammad Saiful. (ely/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top