Pariwara
Konawe Utara

Dinas Arsip Konut Tak Miliki Dokumen Pemekaran

Bupati dan Wakil Bupati Konut (tengah) saat menghadiri sosialisasi jadwal retensi arsip.

KENDARIPOS.CO.ID — Dokumen pemekaran Konawe Utara (Konut) hingga kini tak dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Konut. Kondisi itu membuat instansi yang dipimpin H. M Ali menggelar jadwal retensi arsip (JRA) untuk memudahkan mencari dan menelusuri arsip daerah. “Saya ingin curhat sedikit pak bupati, kalau mau jujur arsip di Konut masih banyak yang tercecer dimana-mana. Sehingga ini yang menjadi tugas kami. Selama ini arsip lebih banyak diluar ketimbang yang ada dikantor,”ujar H. M Ali, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Konut dihadapan bupati dan wakil bupati Konut, Senin (5/3/2018).

Ali menuturkan salah satu arsip yang belum dimiliki oleh dinas yang dinahkodainya yakni arsip pemekeran Konut, termasuk arsip-arsip pemekaran kecamatan yang sudah dilakukan. Makanya dengan sosialisasi jadwal retensi arsip yang digelar diharapkan bisa membantu menelusuri keberadaan arsip tersebut. “JRA ini bagaimana kita mengelola kearsipan kita masa kini dan masa yang akan datang. Karena arsip merupakan dokumen penting yang dimiliki oleh daerah,”ujar jelasnya.

Sosialisasi JRA ini juga lanjut dia, sebagai pintu masuk untuk membuat payung hukum baik peraturan daerah maupun peraturan bupati sebagai landasan untuk mendapatkan dokumen daerah yang tercecer. “Kendala kita memang belum ada payung hukum ditingkat kabupaten, meski secara nasional sudah dimiliki. Makanya sosialisasi RJA ini cara untuk membuat Perda atau Perbup tentang kearsipan,”ujarnya.

Sementara Bupati Konut Ruksamin menjelaskan jika arsip merupakan dokumen yang berharga yang harus dipelihara. Makanya Bupati meminta pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan secepatnya membuat draf payung hukum minimal peraturan bupati. “Orang selalu bicarakan masalah arsip tidak terlalu penting. Padahal arsip itu sangatlah penting. Karena itu bukti sebuah perjuangan atau bukti administrasi suatu pemerintahan pada massa itu. Jadi jangan abaikan arsip itu. Makanya saya mohon arsip yang ada untuk disimpan sebaik mungkin, karena itu akan menjadi jawaban nantinya bila dibutuhkan,”pesan Ketua DPW PBB Sultra itu.

Pasangam Raup itupun berharap agar sosialisasi JRA jangan hanya dianggap sebagai kegiatan seremonial. Melainkan harus melahirkan sebuah tindak lanjut dengan mencari keberadaan arsip-arsip daerah yang masih tercecer diinstansi pemerintahan maupun perorangan. Sehingga output kegiatan sosialisasi JRA bisa terukur. Untuk diketahui, dalam sosialiasi JRA itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendatangkan narasumber dari Arsip Negara RI dengan jabatan sebagai Arsiparis Madya, Sri Wulandari. (min)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top