Space Iklan
Pariwara
Buton Tengah

Nelayan Buteng Terima Klaim Asuransi

Muh. Rijal

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Perikanan Buton Tengah (Buteng) sementara melakukan valiadasi data nelayan agar penerima bantuan pemerintah pusat tersebut lebih tepat sasaran. Apalagi, tahun ini instansi itu mendapat kuota sebanyak 4.000 nelayan dengan premi yang sudah dibayar Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui asuransi Jasindo.

Kadis Perikanan Buteng, Muh. Rijal, mengatakan, saat ini pihaknya sementara mengupayakan pencairan klaim asuransi nelayan di Buteng untuk 2018. Lima orang nelayan itu tersebar pada empat wilayah kecamatan di Buteng, yakni Mawasangka, Mawasangka Timur, Sangiawambulu dan Kecamatan Gu. Diantara kelima nelayan yang mengusul klaim, satu orang meninggal kecelakaan di laut, sementara empat lainnya menghembuskan nafas terakhir karena sakit.

“Jadi dari Mawasangka meninggal akibat kecelakaan di laut, kemudian Dafid dan Rusdin dari Mawasangka Timur meninggal karena sakit. Kemudian, Maskur asal Sangiawambulu dan La Asani Kecamatan Gu juga karena sakit. Rencananya, Maret 2018 asuransinya cair dan diserahkan secara simbolis oleh Pak Bupati, karena ini klaim pertama kita di Buteng,” ungkapnya, rabu (28/2). Rijal menambahkan, jumlah nominal asuransi yang diterima para nelayan disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau meninggal karena kecelakaan di laut maka akan mendapat asuransi sebanyak Rp 200 juta. Jika meninggal karena sakit jumlah asuransi yang diberikan disesuaikan dengan usia para nelayan. Untuk usia 17-45 tahun Rp 160 juta, usia 46-55 Rp 40 juta dan usia 56-65 sebesar Rp 20 juta.

“Asuransi nelayan ini hanya akan disalurkan bagi mereka yang berprofesi nelayan dengan usia maksimal 65 tahun. Sementara untuk biaya pengobatan (diluar biaya BPJS Kesehatan) maksimal Rp 20 juta. Namun semua harus disertai dengan bukti valid,” jelasnya. Dia mengungkapkan, bagi nelayan yang berhak mendapat asuransi nelayan itu adalah mereka yang mengantongi kartu nelayan. Untuk memiliki kartu itu, nelayan memasukan fotokopi KTP dan kartu keluarga di Dinas Perikanan agar diusulkan di kementerian. Demikian juga dengan klaim asuransi harus melalui Dinas Perikanan, sementara pencairan dana asuransi langsung masuk rekening ahli waris.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak bank agar pencairan di atas Rp 10 juta harus melalui rekomendasi Dinas Perikanan. Pasalnya, kami khawatir dana asuransi digunakan untuk kepentingan yang tak berkaitan peningkatan kesejahteraan ahli waris,” tutupnya. (c/myu)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top