Pariwara
Metro Kendari

Resmi Terapkan Parkir Nontunai, RSUD Kendari Makin Modern

PARKIR NONTUNAI: Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra didampingi Ketua PKK Kota Kendari dr Siska Adriatma, Kepala BI Perwakilan Sultra Minot Purwahono dan sejumlah pejabat saat launching pembayaran parkir elektronik nontunai di RSUD Kota Kendari, selasa (27/2). LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari semakin modern. Adanya Private Medical Care Canter (PMCC) plus penerapan parkir nontunai menjadi salah satu pendukungnya. Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra sangat yakin ke depan, rumah sakit ini bisa menjadi rujukan.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Komisi III DPRD Sultra usai meresmikan pembayaran parkir nontunai RSUD Kota Kendari , selasa (27/2). Menurutnya, masyarakat Sultra saat ini banyak berkiblat ke daerah Jawa atau minimal Sulawesi Selatan untuk melakukan kontrol kesehatan atau penanganan penyakit tertentu. “Kita sudah punya sarananya (PMCC,red). Sekarang yang dibutuhkan tinggal alat kesehatan (alkes)-nya,” ujar Adriatma.

Untuk itu, Sekretaris DPW PAN Sultra ini mengaku sudah membuat usulan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bantuan pengadaan alkes. “Awalnya memang berencana meminjam ke PT. SMI, tapi saya kembali berpikir ini baru tahun pertama saya memimpin. Kurang pas kalau saya langsung meminjam. Makanya saya batalkan. Sekarang kita usulkan ke pusat,” jelasnya.

Alat kesehatan dimaksud kata putra kedua dari pasangan Ir. Asrun dan Sri Yastin ini diperuntukan pemanfaatan gedung medical center yang diwariskan oleh wali kota sebelumnya. “Gedung itu belum difungsikan, karena belum ada alat-alatnya. Kita harapkan ada perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kita berdoa bersama untuk kepentingan pelayanan masyarakat,” katanya.

Ia optimis jika usulan itu bisa mendapat respon positif. Sebab, RSUD kebanggaan kota itu sudah memiliki gedung megah untuk pelayanan. “Yang aneh itu kalau kita tak punya gedung tapi mengusulkan. Kalau punya gedung pasti jadi pertimbangan,” tambahnya.

Bilapun tidak atau belum disetujui usulan itu, Adriatma sudah memikirkan solusi lain. Pemkot akan menganggarkannya memalui mekanisme APBD Perubahan di bulan November nanti. Meskipun pengadaannya tidak bisa sekaligus. Sebab, estimasinya Pemkot membutuhkan dana sekira Rp 75 miliar untuk segala kebutuhan di medical center itu. “Saya targetkan gedung itu dipakai bulan November. Kita berharap mendapat dana khusus di akhir tahun itu. Tetapi kalau tidak ada maka saya anggarakan di APBD P,” ungkapnya.

Soal ketersediaan tenaga medis, Adriatma juga sudah merencakan untuk menerbitkan Perwali pemberian honor tambahan untuk dokter ahli yang bertugas di rumah sakit itu. “Dokter gampang, di Sultra ini sudah banya spesialis. Nanti kita bikinkan Perwali soal honornya, termasuk juga tenaga teknis yang mengoperasikan alat-alat modern kita nantinya,” lanjutnya.

Suami dari Siska Karina Adriatma itu melanjutkan kebutuhan alat medis saat ini, diantaranya alat pencuci darah, meja operasi dan city scan. “Di Sultra alat pencuci darah baru Bahteramas yang punya. Kita juga harus punya, biar masyarakat tidak antri berjam-jam lagi,” sambungnya.

Dia juga optimis setelah pengadaan itu, rumah sakit kota itu akan menjadi rumah sakit rujukan dari berbagai daerah di Sultra. Bukan hanya itu Pendapatan Asli Daerah juga bisa naik dua kali lipat. “Sekarang kan dari rumah sakit ini PAD itu Rp 33 miliar. Mungkin tahun depan bisa 65 miliar, karena orang tidak perlu lagi dirujuk ke luar seperti Makasar atau Jawa,” terangnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top