Space Iklan
Pariwara
Politik

Redam Konflik, Polres Bentuk “Baruga Konawe”

Bentuk Baruga Konawe: Kapolres Konawe, AKBP Muhammad Nur Akbar (empat dari kanan), Plt Bupati Konawe, Parinringi (tujuh dari kanan), pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) bersama pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Konawe menyepakati kesepatakan bersama guna meredam konflik selama Pilkada Konawe berlangsung, Selasa (27/2). Foto: Helson Mandala Putera/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk mewujudkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Konawe kondusif, Polres menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) dan ke-empat pasangan calon (Paslon) membentuk wadah bersama guna meredam konflik. Wadah yang diberi nama Baruga Konawe adalah rumah untuk menyelesaikan persoalan yang muncul selama Pilkada melalui musyawarah.

Pembentukan Baruga Konawe ini turut dihadiri pemangku kepentingan di Konawe. Diantaranya, Plt Bupati Konawe, Parinringi, Ketua Panwaslu Konawe Sabda, Komisioner KPU Konawe, Ulil Amrin, Ketua PN Unaaha, Hasanuddin, Kajari Konawe, Saiful Bahri Siregar, Wakil Ketua DPRD Konawe, H.Alaudin, Perwira Penghubung 1417 Kendari, Mayor Sutejo, Ketua PA Konawe dan seluruh pasangan calon (paslon) serta para pimpinan partai pengusung calon.

Kapolres Konawe, AKBP Muhammad Nur Akbar mengatakan Baruga Konawe merupakan wadah atau rumah untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Sebab pada dasarnya, tidak semua persoalan Pilkada harus diselesaikan melalui jalur hukum. “Ranah hukum itu adalah jalan terakhir, kalau kita tidak bisa selesaikan secara musyawarah,” ujarnya, Selasa (27/2).

Dengan musyawarah mufakat lanjutnya, bisa dikomunikasikan. Dalam Baruga Konawe semua bisa dibicarakan terutama ketika ada masalah dalam suasana politik menjelang hari pencoblosan, maka Baruga Konawe bisa digunakan lebih baik. “Alhamdulillah, semua paslon bisa hadir. Artinya mereka juga punya tanggung jawab untuk menyukseskan Pilkada, termasuk pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat,” terangnya.

Tujuan dibentuknya Baruga Konawe kata dia, untuk meredakan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada. Makanya, ada beberapa poin kesepakatan. Seperti Paslon dan tim sukses tidak melakukan politik uang, tidak menyebar isu hoax, apalagi yang menjurus ke SARA.

“Isu yang bertebaran di medsos itu harus disikapi dengan lebih bijak. Jangan terpancing dengan provokasi yang ada di medson oleh akun-akun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, kami juga telah membentuk tim, bekerjasama dengan Polda, dan Mabes Polri untuk mengawasi kegiatan yang ada di dunia maya,” jelasnya.

Menurutnya, ada lima poin kesepakatan bersama demi terwujudnya yang kondusif dan damai. Yaitu, menjaga keutuhan NKRI, mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konawe dengan menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dalam setiap tahapan, menjadikan “Baruga Konawe” sebagai wadah untuk musyawarah dalam menyelesaikan setiap masalah sehingga potensi konflik dapat ditiadakan.

“Menidak tegas segala bentuk dan pelanggaran dalam setiap tahapan Pilkada berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Serta menunjuk utusan sebagai perwakilan untuk bergabung dalam Baruga Konawe untuk senantiasa mengevaluasi setiap tahapan pemilukada yang bersifat insidentil dan situasional,” tutup Kapolres.(b/hel)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top