Pariwara
Kolom

Hadirnya Sang Nahkoda, Pamitnya Sang Inovator, Oleh: Prof. Dr. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak saya membaca sebait paragraf lewat koran Kendari Pos, perasaan saya bercampur sedih sambil termenung membaca bolak-balik kalimat yang berbunyi, Mendagri akan melantik Pj Gubernur Sulawesi Tenggara. Betapa tidak dalam benak saya bahwa bapak Nur Alama dan Saleh Lasata dua pemimpin daerah yang begitu kharismatik menahkodai Sulawesi Tenggara telah berakhir. Pada apel terakhir, yang digelar di Kantor Gubernur Sultra, menuai linangan air mata oleh peserta upacara. Linangan air mata itu bukan disebabkan oleh kesedihan namun karena rasa haru yang begitu mendalam terhadap kepemimpinan dua tokoh itu.

Seperti yang saya tulis di koran ini beberpa hari yang lalu tentang keberhasilan Nur Alam bersama Saleh Lasata dalam membangun masjid dalam keterbatasan sebagai inovasi pembangunan itu tak lepas dari predikat yang disandang seorang Nu Alam sebagai inovator Pembangunan.
Inovasi pembangunan yang dilakukan oleh seorang Nur Alam yang kita sudah nikmati semua adalah implementasi desentralisasi di banyak aspek kini tidak sepenuhnya bersifat reaksioner. Beranjak dari pengalaman getir bahwa kebijakan otonomi daerah di Indonesia dimaknai Nur Alam menggenjot pembangunan daerah untuk menaikkan PAD antara lain membuat perda, pengelolaan terhadap sumberdaya & stakeholders, serta hilangnya ketimpangan antardaerah berdasarkan polarisasi kaya-miskin, kini kehidupan sebagai heterogenitas menjadi homogenitas.

Saya pernah mendengar Nur Alam berkata, pembangunan daerah tentu memiliki banyak aspek dan pekerjaan rumah yang menumpuk sehingga sulit bagi pemerintah daerah untuk menggarap semua aspek dan jenis pembangunan. Untuk mengoptimalkan pembangunan daerahnya, pemerintah daerah mesti mencari daya pengungkit (leverage) yang berujung pada penentuan skala prioritas. Oleh karena itu inovasi pembangunan yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Sultra sebagai suatu keberhasilan pembangunan daerah pada pokoknya menggunakan sejumlah pola leverage, yakni reformasi birokrasi pemerintah daerah, perluasan akses pendidikan bagi masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, dan peningkatan infrastuktur.

Nur Alam terus mendorong lahirnya inovasi dalam percepatan pembangunan Sulawesi Tengara karena ia yakin dan percaya bahwa inovasi dinilai akan menjadi kunci lahirnya berbagai terobosan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Dalam kesempatan lain, Nur Alam berkata saat ini dibutuhkan terobosan sehingga fokus pembangunan Sulawesi Tenggara harus menyentuh sektor-sektor lain seperti perbaikan kualitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Keberhasilan Nur Alam membangun Sulawesi Tenggara karena disebabkan oleh beberapa faktor (1) sebagai putra daerah yang lahir dari sebuah desa dan besar bersama komunitasnya pasti ia paham apa yang harus diperbuat, (2) sebagai politisi yang ulung ia mempu membangun kehomgenitasan menyatukan seluruh unsur masyarakat, budaya dan bahasa menjadi satu kesatuan yang utuh, dan (3) sebagai pengusaha ia mampu melihat apa yang harus dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Masyarakat Sulawesi Tenggara sangat mengharapkan kepemimpinan kedepan sebagai pelanjut dari pemerintahan saat ini dapat mengembangkan inovasi baru untuk mesejehterakan masyaraktanya melalui inovasi pembangunan yang berbasis Need Analysis. Dari inovasi tersebut di atas akan menjadi titik point pelanjutnya. Selogan apa pun, motto apapun dan ikon apapun yang diusung tetapi tidak mampu menyamai inovasi yang sudah dirasakan ini, maka semboyan itu tidak berarti. Sebagai pelanjut perlu mempelajari dan mengikuti filsafat sholat, bagaimana peran imam, bagaimana peran makmum sehingga keharmonisan dan kerjasama antara seluruh masyarakat dapat terwujud.

Makna dari duet kepemimpinan mereka selama kurang lebih 8 tahun telah mmebukakn mata kepada ta semua untuk kita pelajari adalah persandingan tokoh muda dan tua yang saling melengkapi dan saling menghargai dalam menentukan kebijakan pemerintahan, tidak saling interfensi yang menimbulkan konflik. Selamat kepada bapak Nur Alam dan bapak Saleh Lasata telah menanamkan dan mencontohkan konsep bermasyarakat yang benar melalui prilaku pemerintahan yang damai dan nyaman, pengabdian bukan berakhir sampai disini, namun merupakan titik awal dari segalanya. Terima Kasih. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top