Pariwara
Konawe Kepulauan

Dua Kontraktor Absen, DPRD Konkep Ancam Proses Hukum

MURSALIN/KENDARI POS
Sekretaris Komisi II DPRD Konkep, Amran ketika meninjau lokasi ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa sebelum mengelar RDP, senin (26/2)

KENDARIPOS.CO.ID — Penjelasan terhadap penyebab ambruknya dua proyek yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) gagal diperoleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Pasalnya, para wakil rakyat menilai proyek pengerjaan talud Sungai Polara di Kecamatan Wawonii Tenggara dan Proyek Pelabuhan Nipa-nipa di Wawonii Utara dengan nilai kontrak bertotal miliaran rupiah, sangat merugikan daerah.

Proyek yang dianggarkan pada tahun 2017 lalu itu sudah rusak sebelum digunakan. Kepala Dinas PU Konkep, Israwan Sulpa, mengatakan, proyek talud yang dikerjakan perusahaan berbendera CV Shilooam menghabiskan anggaran Rp 989 juta. Itu sekaligus mengklarifikasi pernyataan Sekretaris Komisi II DPRD, Amran yang saat itu menyatakan proyek talud di Desa Waturai menelan anggaran Rp 1,7 miliar.

“Kalau yang ambruk memang sekitar 20 meter,” kata Israwan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Konkep, Senin (26/2). Ia mengaku, nomenklatur proyek tersebut adalah normalisasi sungai dan penguatan tebing di kali Polara. Tetapi di lokasi tersebut ada dua cabang kali. “Kegiatan proyek ini muncul pada saat pembahasan di badan anggaran. Dan ini tidak ada anggaran untuk pengawasan. Pekerjaan ini juga sudah di PHO. Tetapi CV Shilooam siap mengembalikan pengerjaan itu 100 persen. Kami juga sangat bersyukur karena ambruknya talud Polara masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan, Hasrin Abdul Rahim, justru tidak menghadiri RDP yang digelar. Ia hanya mengutus Kepala Seksi Kelaikan dan Transportasi, Saiful Baru. Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi II DPRD Konkep, Amran, menegaskan, pihaknya akan kembali menggelar RDP pada Jumat pekan ini. Ia menekankan pada pihak Dinas PU dan Dishub untuk menghadirkan kontraktor yang mengerjakan proyek talud dan Pelabuhan Nipa-nipa. “Kalau kontraktor PT RIP dan CV Shilooam absen lagi, maka kami akan merekomendasikan ke proses hukum,” ancam Amran didampingi koleganya, H. Muh Yasran, Untung Taslim dan Wakil Ketua DPRD, Abdul Rahman. (b/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top