Pariwara
Konawe Utara

Smelter di Konut Harus Tingkatkan Ekonomi Rakyat

H. Muhardi Mustafa

KENDARIPOS.CO.ID — Kehadiran pabrik smelter yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) dengan menggandeng investor dari Korea diproyeksi tak hanya akan berimplikasi pada perekrutan tenaga kerja secara nyata. Namun kehadiran pabrik pemurnian nikel juga dianggap akan memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi bagi Konut secara khusus dan umumnya untuk masyarakat Sultra.

“Dari sisi tenaga kerja sudah pasti akan direkrut oleh pihak perusahaan. Karena memang komitmen dari manajemen PT MBG Group akan memberdayakan masyarakat lokal khususnya warga Konut. Itu tak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi secara tertulis juga sudah dituangkan melalui memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkab,”ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konut, H. Muhardi Mustafa, Kamis (22/2).

Dari aspek pendapatan ekonomi Konut, kata mantan Kadistransnaker itu akan memberikan kontribusi nyata bagi Pemkab melalui dana bagi hasil (DBH). Tak hanya Pemkab Konut yang akan diuntungkan, tetapi masyarakat yang berada di areal lokasi pembangunan smelter dengan sendirinya akan menaikan taraf perekonomian masyarakat. “Sehingga warga di sekitar lokasi smelter harus pandai melihat peluang ekonomi apa yang bisa dijalankan guna mendapatkan keuntungan dari kehadiran pabrik itu. Entah membuat rumah makan atau penginapan. Tentunya tantangan peluang ekonomi ini sudah harus ada dalam bayangan masyarakat sekitar pabrik smelter,” papar mantan Kadistamben Konut itu.

Dari aspek corporate social responsibilty (CSR) tentunya akan berimplikasi positif bagi Pemkab. Karena yang disiapkan untuk dana CSR tentunya besar. Hal itu akan terlihat hasil persentase dari keuntungan yang didapatkan nanti. H Muhardi Mustafa menegaskan jika progres rencana pembangunan pabrik smelter yang dipusatkan di Desa Tapuemea, Kecamatan Molawe itu sementara dalam proses penimbunan dan pemadatan tanah sambil menunggu alat kelengkapan pendirian pabrik yang sementara dikirim dari luar negeri.

“Rencana target tahun ini sudah ada dua tungku yang dijalankan. Tergantung pemadatan kultur tanah di wilayah itu. Karena teknologi yang digunakan menurut informasi dari manajemen menggunakan teknologi eropa. Jadi kalau pabriknya sudah ada, izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di Konut tidak usah berlomba-lomba mengirim ore ke luar Konut. Cukup melalui pabrik smelter yang ada di daerah,” optimisnya. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top