Pariwara
Metro Kendari

Ribuan Hektar Lahan di Sultra Kritis akan Direhabilitasi

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas tambang, ilegal logging, dan penjarahan hutan yang dilakukan oleh oknum atau kelompok masyarakat di Sultra membuat jumlah lahan kritis di daerah ini terus bertambah. Sehingga langkah penyelamatan hutan pun harus terus dilakukan demi keberlanjutan sumber daya alam yang ada. Tahun ini, Sultra memastikan akan ada ribuan lahan kritis yang akan direhabilitasi.

Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Subandriyo membenarkan hal itu. Dia mengatakan tahun 2018 seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan di 17 kabupaten kota di Sultra akan mendapat jatah rehabilitasi. Hanya saja luasannya tidak merata, tergantung dari tingkat lahan kritisnya. “Rehabilitasi akan kita lakukan di semua daerah tahun ini, baik itu didanai dari APBD maupun APBN,” ujarnya, kamis (22/2).

Tahun ini lanjut dia, pengelolaan hutan di Sultra mendapat jatah Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak Rp 21 miliar. Hanya saja itu tidak dimanfaatkan seluruhnya untuk penanaman pohon atau rehabilitasi hutan. “Termasuk pembangunan kantor KPH juga, semua akan menggunakan DAK itu,” katanya.

Saat ini kata Subandriyo, pihaknya lagi menurunkan tim untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan lahan digital daerah. Dia juga menambahkan, akan ada pengadaan bibit yang juga disesuaikan dengan kondisi tanah sekitar. “Saya belum tahu berapa luas tiap kabupaten, bibit apa, itu semuanya masih kita identifikasi,” tambahnya.

Menurut Subandriyo, di Sultra ini terdapat 25 UPTD Kehutanan. Namun, belum semua kabupaten memilikinya. “Karena ada yang satu kabupaten tiga UPTD, tapi ada yang gabung juga. Seperti Muna dan Mubar itu masih gabung, tapi akan kita usahakan untuk penuhi semua nantinya,” pungkasnya. (ely/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top