Pariwara
Edukasi

Kabar Baik bagi Profesor tentang Tunjangan

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) masih memberikan waktu kepada para profesor untuk menyelesaikan tugas membuat publikasi di jurnal internasional bereputasi. Namun, Kemenristekdikti hanya memberikan waktu hingga November 2019.

Dengan demikian, para guru besar ini masih bisa menerima tunjangan profesi profesor hingga 21 bulan lagi. Namun, Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mewanti-wanti para profesor agar tidak berleha-leha.

“Kalau mau tunjangan profesinya masih mau diterima, segera laksanakan kewajibannya. Tidak harus membuat publikasi internasional bereputasi sendiri. Bisa bersama-sama dengan anak bimbingan S-3,” terang Ali di Jakarta, Kamis (22/2).

Dengan demikian, secara total profesor mendapatkan tunjangan tiga kali gaji pokok. Tunjangan kehormatan dan profesi dosen ini juga dihentikan jika yang bersangkutan diangkat menjadi pejabat negara.

Berdasar hasil evaluasi Kemenristekdikti, total guru besar di Indonesia ada 5.366 orang. Sampai akhir 2017 lalu, ada 4.299 yang mendaftar di Science and Technology Index (SINTA).

Dari jumlah tersebut, hanya 1.551 profesor dinyatakan memenuhi kriteria yang ditetapkan Kemenristekdikti, salah satunya publikasi internasional. Sisanya tidak menjalankan kewajiban publikasi internasional. “Kami mendorong guru besar ini membudayakan menulis. Profesor itu bukan sekadar gelar tapi jabatan yang melekat pada seorang dosen,” kata Ali. (jpnn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top