Pariwara
Kolaka

Pemkab Wakatobi Siap Teken MoU dengan Tiga Lembaga Pendidikan

ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
Pose bersama Sekab Wakatobi, Muh Ilyas Abibu (tengah) dan Roosje Kalangi, Kepala Pusat Pesisir LPM IPDN (kelima dari kiri) serta para kepala OPD dan camat.

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk urusan pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi mencoba meningkatkannya. Kualitas putra daerah sebagai generasi penerus bangsa dimaksimalkan melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, sudah ada tiga lembaga yang siap melakukan momerandum of understanding (MoU). Selain Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia, Pemkab Wakatobi siap bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Institusi Pemerintahan Dalam Negeri (LPM IPDN).

Bedanya, jika penandatanganan MoU dengan kedua universitas andalan di Indonesia ini akan dilakukan dalam waktu dekat, maka LPM IPDN baru pada April mendatang. LPM IPDN sendiri memiliki program pengabdian pada masyarakat pesisir, perbatasan hingga perkotaan. Sehingga tak salah jika Wakatobi termasuk salah satu daerah pilihan IPDN tahun ini. “Karena di Wakatobi ini sebagian besar masyarakatnya ada di pesisir dan kami berharap dengan adanya program ini bisa membuat masyarakat lebih sejahtera lagi,” ujar Roosje Kalangi, Kepala Pusat Pesisir, LPM IPDN, Rabu (21/2).

Apalagi menurut dia program ini sinkron dengan visi daerah yakni kabupaten maritim yang sejahtera dan berdaya saing. Selain itu, IPDN hadir sebagai motivasi bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar serta menjaga lingkungan. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan. “Jadi kerja sama yang akan kita lakukan beragam yakni di bidang pendidikan serta penelitian dan lainnya,” tambah Roosje.

Poin penting dalam kerjasama ini lanjut dia tentang pendidikan profesi yang dinilai sangat penting. Mengingat IPDN sebagai lembaga yang memiliki tupoksi di bidang ini. “Karena kalau camat di Wakatobi latar belakangan pendidikannya adalah sarjana pendidikan tentu harus dilengkapi dengan ilmu pemerintahan. Jadi, bagi pejabat atau ASN yang latar belakangnya bukan di bidang pemerintahan maka harus ikut pendidikan ini selama sembilan bulan lamanya,” jelasnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Muhammad Ilyas Abibu, menyambut baik gagasan tersebut. Setelah membaca isi kerja sama itu, mantan Kepala Bapedda Buton ini mengaku harus segera direalisasikan. “Saya kira ini merupakan kebutuhan. Pertama dari segi pendidikan. Kalau rata-rata camat profesi pendidikan tentu harus memiliki ilmu pemerintahan, kemasyarakatan dan lainnya. Sehingga jika sudah teken MoU bisa digembleng oleh IPDN untuk melakukan pendidikan selama waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Selain para camat, para abdi negara yang belum memiliki ilmu-ilmu tersebut nanti bisa memerolehnya saat menempuh pendidikan di IPDN ini. “Ini kita dorong supaya ilmu dalam pemerintahan itu semakin bervariasi dan dinamis. Karena akan saling mengisi nantinya,” tutupnya dalam pertemuan yang digelar di aula Sanggar Budaya Wakatobi. (c/thy)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top