Pariwara
Hukum & Kriminal

Kejari Wakatobi Didesak Tuntaskan Kasus Dana Desa

Kasiintel Kejari Wakatobi, Rudy SH (kanan) saat hearing dengan perwakilan demonstran di ruang kerjanya.

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Kabupaten Wakatobi seakan tak pernah ada habisnya. Kali ini, mengenai adanya dugaan penyelewangan ADD dan DD di Desa Lentea dan Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan yang laporannya telah masuk pada tahun 2017 lalu. Dinilai belum ada progres, Forum Peduli Desa Lentea-Tampara (FPD-LETA) mendesak pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi segera menuntaskan kasus ini. Saat unjuk rasa, Rabu (21/2). FPD-LETA menanyakan lambannya penanganan kedua kasus yang telah diperiksa berbulan-bulan. “Laporan dua desa ini masuk tahun 2017 lalu tapi sampai hari ini tidak ada titik terangnya,” ungkap Korlap, Subroto.

Selain itu, status hukum dua laporan itu belum jelas. Untuk itu, FPD-LETA mendesak Kejari Wakatobi segera memproses laporan tersebut. “Kami meminta kejelasan status hukum untuk dua laporan ini. Supaya kami tahu titik terang dari kasus ini sudah sejauh mana,” ujar Subroto. Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Wakatobi, Rudy SH mengungkapkan kedua kasus ini sementara masih di proses. Rudy meluruskan bahwa kasus tersebut tidak lamban di proses. Mengingat kedua kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. “Kedua laporan itu sudah masuk tahap penyidikan. Kita tetap proses, kita juga sudah periksa sejumlah saksi dari pihak terkait,” beber Rudy di ruang kerjanya saat menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Rudy menambahkan, pada hakekatnya selain keterbatasan anggaran, kendala yang dihadapi selama ini karena kekurangan personel dalam menangani seluruh laporan yang masuk ke Kejari. Lima jaksa yang ada di Kejari Wakatobi tidak hanya menangani satu dua atau kasus saja. “Banyak kasus yang kami tangani, tapi kami komitmen kasus ini tetap akan berlanjut. Intinya, kami tidak gegabah menetapkan seseorang sebagai tersangka. Semuanya harus sesuai aturan dan didukung alat bukti,” tambahnya.

Sekedar diketahui, laporan kasus Desa Tampara telah masuk di Kejari Wakatobi pada bulan Agustus tahun 2017 dengan dugaan penyelewengan ADD dan DD tahun 2014-2015. Sementara untuk Desa Lentea, laporan resminya masuk pada Oktober tahun 2017, dengan dugaan penyelewengan dana ADD dan DD tahun 2015 dan 2016. Meski belum menetapkan tersangka, namun sejumlah saksi telah diperiksa. Diantaranya, ada yang dari pihak Inspektorat Wakatobi, pihak Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Walatobi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, seluruh aparat desa, sejumlah masyarakat hingga pelapor. (thy/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top