Pariwara
Politik

Kampanye Dunia Maya, Asrun-Hugua Siapkan Empat Akun Medsos

KENDARIPOS.CO.ID — Tim sukses pasangan Asrun-Hugua menyiapkan empat akun media sosial (medsos) sebagai wadah kampanye resmi di media sosial. Akun tersebut berupa facebook, youtube, instagram dan twitter. Semuanya sudah resmi didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra. “Kami sudah daftarkan di KPU. Masyarakat bisa melihat berbagai aktivitas kampanye Asrun-Hugua di medsos lewat akun tersebut,” kata Bahar, LO pasangan Asrun-Hugua, Rabu (21/2/2018). Menurut dia, sesuai ketentuan KPU sebenarnya dibolehkan maksimal lima akun medsos. Tapi pihaknya menilai, empat akun itu sudah lebih dari cukup.

Dalam laporan di KPU Sultra, memang bukan hanya Asrun-Hugua yang punya akun medsos, ada juga Ali Mazi-Lukman Abunawas dan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar. Ketua KPU Sultra, Hidayatullah membenarkan kalau semua pasangan calon (paslon) yang maju di pilgub sudah memasukan akun resminya. “Sebenarnya, setiap paslon bisa menyediakan satu komponen media sosial maksimal lima item. Misalnya, facebook maksimal lima, youtube, twitter dan akun medsos lainnya juga begitu,” ungkap Hidayatullah, Rabu (21/2/2018).

Mantan Ketua MARA Sultra ini menjelaskan, KPU bersama Bawaslu akan memantau akun resmi tersebut selama kampanye berlangsung. Sebaliknya, kalau ada akun diluar yang dilaporkan, maka dianggap ilegal dan bisa diproses sesuai aturan berlaku. “Larangan kampanye di medsos sama dengan yang berlaku di dunia nyata. Kalau melanggar pasti ada sanksinya. Bisa sanksi pidana bahkan mungkin diskualifikasi paslon. Makanya, kami minta tim sukses bijak kampanye di medsos,” harapnya. Lebih jauh Dayat menuturkan, timses paslon harus mengikuti aturan dalam etika berkampanye. Ada 11 larangan yang tidak boleh dilanggar paslon selama kampanye, sebagaimana diatur dalam pasal 68 ayat 1 PKPU. Diantaranya, dilarang mempersoalkan Pancasila dan UUD 1945, dilarang mengganggu kemanan dan ketertiban umum, dilarang menghina SARA, dilarang menghina partai politik dan lainnya. “Dalam pasal 71 juga disebutkan alarangan bagi parpol atau gabungan parpol menjanjikan atau memberikan sejumlah uang kepada pemilih. Kalau larangan ini dilanggar, maka sanksinya bisa pidana dan paslonnya didiskualifikasi,” terangnya.

Dayat mengaku salut dengan komitmen dan terobosan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto dalam mendukung terciptanya pilkada damai. Hal itu dibuktikan dengan adanya deklarasi “Rumah Baruga” sebagai wadah menyelesaikan masalah pilkada. “Polda telah membentuk satgas yang mengawasi kampanye di medsos. Saya harapkan, tidak perlu lagi tunggu laporan kalau ada indikasi tim sukses tertentu menyerang paslon lain,” harapnya. Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto memang berkomitmen untuk menciptakan pilkada damai dan kondusif di Sultra. Makanya, berbagai terobosan terus dilakukan, untuk melibatkan semua elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas. “Semua elemen harus bersatu supaya pilkada di Sultra kondusif,” imbuhnya. (b/ely/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top