Pariwara
Konawe Kepulauan

DPRD Konkep Panggil Kontraktor dan Dishub

MURSALIN/KENDARI POS
Pelabuhan Rakyat Nipa-nipa yang ambruk. Bupati Konkep H. Amrullah sudah memerintahkan kontraktor agar membenahi bangunan tersebut.

KENDARIPOS.CO.ID — Ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa di Desa Tumburano, Kecamatan Wawonii Utara, Konawe Kepulauan (Konkep) membuat geram Wakil Ketua DPRD, Abdul Rahman. Padahal wakil rakyat di daerah itu sudah pernah mengingatkan pihak kontraktor agar Pelabuhan Rakyat Nipa-nipa, menggunakan tiang pancang. Namun pihak rekanan berbendera Roda Indah Perkasa (RIP) itu, mengabaikan saran DPRD Konkep dalam rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu saat proses pengerjaan pelabuhan masih berlangsung.

“Kita sudah pernah menyarankan agar pelabuhan tersebut menggunakan tiang pancang. Tetapi kenyataannya, tidak,” geram Abdul Rahman, Rabu (21/2). Proyek pelabuhan yang menyerap anggaran Rp 3,4 miliar itu diduga salah konstruksi. Makanya, sarana perhubungan laut sepanjang 280 meter itu rusak sebelum difungsikan. “Sekarang bagian yang robohnya mau dipotong dan dikerja ulang. Saya kira itu tidak akan maksimal karena tak akan menyatu antara cor bangunan lama dan yang baru. Apa lagi pekerjaan itu tetap tidak dipancang. Pasti akan kembali roboh,” pesimisnya.

Abdul Rahman menginstruksikan pihak PT RIP mengikut desain pembangunan pelabuhan tersebut yang menggunakan tiang pancang. Karena saat tender, pihak rekanan tersebut menyatakan memiliki alat pancang. “Aneh kan. Saat tender dia punya alat pancang. Tiba pengerjaan, tidak digunakan. Sangat tidak masuk akal jembatan sebesar itu dan anggaran banyak tidak mengunakan tiang pancang. Saya khawatirkan juga pihak perusahaan yang kerja, tidak mempunyai keahlian membangun di bawah air. Sehingga alam yang dikambinghitamkan,” sindir wakil rakyat itu.

Ia berjanji, DPRD akan melayangkan surat panggilan untuk menggelar RDP, pekan depan. “Kami akan pagil kontraktornya dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengklarifikasi. Setelah ada data dan sudah lengkap semua yang kami dapat, mungkin kami akan rekomendasikan ke penegak hukum. Karena sebelumnya kami sudah ingatkan pihak kontraktor tapi tidak diindahkan,” ancam Abdul Rahman. Diberitakan sebelumnya, Pelabuhan Nipa-nipa ambruk Senin (19/2) dinihari lalu. Bupati Konkep, H. Amrullah sudah meminta kontraktor PT RIP, menyelesaikan kembali bangunan rusak tersebut dan harus tuntas dua bulan ke depan.

Sementara itu, Direktur PT RIP, H. Rofiq, berjanji akan menuntaskan kerusakan Pelabuhan Nipa-nipa yang saat ini ditangani perusahaannya. “Musibah ini kami akan hadapi dan akan tangung jawab dengan desain versi mereka,” ujar Direktur PT RIP, H. M Rofiq, rabu (21/2). Versinya, konstruksi itu roboh akibat hantaman ombak dan angin kencang di wilayah utara Pulau Wawonii.

“Tetap kami akan tanggung jawab. Salah satu buktinya, material sudah disiapkan di lokasi,” dalilnya. Rencananya, pihaknya akan memasang besi ulir di tengah-tengah cincin dan akan dicor beton. “Kalau ikut gambar kolomnya itu mengunakan besi 12 polos. Tetapi kami akan pasangkan besi 14 yang ulir,” jelasnya. (b/san)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top