Pariwara
Metro Kendari

Polda Sultra Bongkar Peredaran Garam Tanpa Izin, 1.000 Karung Diamankan

Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Wira Satya Triputra didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh (duduk, kanan) dan BPOM menunjukan barang bukti garam tanpa izin edar saat konferensi pers di Subdit I Direskrimsus Polda Sultra, Selasa (20/2/2017). FOTO: LM. SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra sukses membongkar peredaran garam tanpa izin edar di Sultra. Identifikasi awal, kandungan garam bermerek “Bangau Biru” itu tak sesuai dengan standar pembuatan. Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus yang dikomandani Kombes Pol Wira Satya Triputra menyita garam dari gudang yang terletak di Jalan Kosgoro, Kelurahan Baruga, Kota Kendari.

Berdasarkan penyelidikan awal, tim memeriksa JM, pemilik gudang. Setelah data terkumpul dan memenuhi dua alat bukti maka JM ditetapkan sebagai tersangka. Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan dari penggeledahan tim mengamankan 1.000 karung garam. Setiap karung berisi 50 kilo gram garam.

Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan dari gudang milik JM itulah, garam-garam itu dikemas lalu diedarkan di pasar dan toko-toko di Sultra. “Dari kasus ini, diketahui bahan garam ini datang dari Jawa Timur, Surabaya,” kata Kombes Wira Satya Triputra didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh dan Kasi Pemeriksa dan Penyidikan BPOM Kendari, Jalidun saat konferensi pers di Markas Polda Sultra, Selasa (20/2).

Dalam penyidikan perkara garam tanpa izin edar itu, penyidik sudah memeriksa delapan saksi. Empat saksi merupakan karyawan dan empat orang lainnya pemilik toko-toko yang menjual garam tersebut. Kombes Wira Satya Triputra menuturkan pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Sebab, dari hasil pemeriksaan sementara, JM merupakan aktor semua ini. Mulai dari proses pemesanan garam hingga proses pengemasan di gudang. Teknis pengemasan dibantu beberapa karyawannya.

“Pelaku memesan bahan dari luar Provinsi Jawa Timur. Setelah bahan tiba, pelaku lalu mengemas garam. Garam yang berada dalam karung diletakan dalam bak yang dilapisi terpal lalu pelaku mencampur dengan larutan bubuk potasium iodat . Larutan tersebut dimasukkan ke dalam mesin kompresor dan disemprotkan ke garam yang berada di bak terpal. Setelah itu, JM mengemasnya ke dalam plastik kemasan 400 gram,” jelas Kombes Wira Satya Triputra.  Dia menambahkan dalam kasus ini, penyidik menerapkan instrumen hukum pasal 142  juncto pasal 91 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Berdasarkan unsur pasal tersebut, pelaku akan dikenakan hukuman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda Rp 4 miliar.

Sementara itu, Kasi Pemeriksa dan Penyidikan BPOM Kendari, Jaludin menambahkan dari hasil uji laboratorium dapat disimpulkan kadar air dari garam Cap Bangau Biru itu tidak memenuhi syarat. Adapun untuk K103 dan NaCl masih memenuhi syarat. Sehingga dapat disimpulkan garam ini tidak baik untuk dikonsumsi. “Jadi produk ini tak memiliki izin edar,” ujar Jaludin. Polisi menyita beberapa barang bukti lainnya seperti pipa, kompresor, 1.000 karung garam dengan kemasan 50 kilogram dan peralatan lainnya. (ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top