Pariwara
HEADLINE NEWS

Hari Pertama Kerja, Pj Gubernur Sultra Kunjungi Tiga Lembaga

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi (tengah) duduk bersama Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto (paling kanan), Kajati Sultra Azhari (ketiga dari kiri), Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh serta para calon gubernur Sultra saat deklarasi “Rumah Baruga” di Polda Sultra, (20/2/2018). Program ini merupakan terobosan cerdas Kapolda sebagai tempat untuk menyelesaikan berbagai masalah pilkada. Bagi Teguh, Polda adalah instansi pertama yang dikunjungi usai dilantik sebagai Pj Gubernur Sultra.

KENDARIPOS.CO.ID — Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi langsung turun lapangan, Selasa (20/2/2018). Di hari pertama kerja, dia mengunjungi sejumlah instansi, mulai Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Badan Diklat Provinsi. Tak ketinggalan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini juga menggelar rapat terbatas bersama Biro Umum Setprov Sultra.

Di Polda Sultra, Teguh menghadiri deklarasi bertajuk “Rumah Baruga” yang diinisiasi Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto. Deklarasi “Rumah Baruga” merupakan salah satu strategi membuka ruang kebersamaan seluruh masyarakat Sultra agar duduk bersama membahas problem yang biasa terjadi dalam Pilkada. Saat memberikan sambutan, Teguh meminta semua elemen yang hadir agar menyukseskan pilkada.

“Apresiasi buat Kapolda Sultra yang menggagas inovasi ini dengan mengumpulkan sejumlah pejabat di Sultra,” ujarnya. Menurutnya, semua pemerintah daerah harus punya komitmen sama mendukung terciptanya pilkada kondusif. “Kita inginkan Pilkada yang digelar di Sultra ini damai. Termasuk juga di pilkada Konawe, Kolaka dan Pilwali Baubau,” harap pria kelahiran Purwokerto 1967 itu. Setelah menghadiri undangan penyelenggara pilkada di Polda Sultra, jelang siang hari ayah dua anak itu langsung berkantor di ruang kerjanya. Ia memanggil Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom), Kusnadi untuk membahas sejumlah kegiatan yang tengah berjalan di Pemprov Sultra saat ini.

Selanjutnya, dia menggelar rapat terbatas dengan seluruh staf Biro Umum Setprov terkait pelayanan di sekretariat khususnya di ruang kerja Pj. gubernur. Sementara, rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dijadwalkan Senin nanti. Sebab, sore kemarin (20/2), Pj Gubernur menyambangi kantor KPU Sultra. Di sana, dia mendengarkn laporan Ketua KPU, Hidayatullah tentang tahapan pelaksanaan pilkada yang saat ini sedang berlangsung. Termasuk melaporkan tentang anggaran, dan kesiapan logistik.

Dari kantor KPU Sultra, Pj. Gubernur sempat mampir di Badan Diklat Provinsi Sultra. Teguh Setyabudi mengungkapkan, pemerintah provinsi (pemprov) pada prinsipnya siap mensupport dan bersinergi dengan semua elemen penyelenggara pilkada, mulai KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan serta tokoh-tokoh masyarakat.  “Kita komitmen mensukseskan pesta demokrasi di Sultra. Makanya kita bangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak,” katanya.

Ia juga berharap bisa mendapat dukungan penuh dari jajarannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pj Gubernur Sultra. Lebih jauh dia menjelaskan, harus ada kesamaan persepsi soal arah dan tujuan pembangunan Sultra ke depan. “Saya mohon agar bisa diterima dengan baik di Sultra ini, meskipun hanya kurang lebih satu tahun. Tapi kita semua perlu menyamakan ritme kerja untuk pencapaian kinerja yang baik,” katanya.

Pria berdarah Jawa itu juga memastikan tidak akan melakukan perombakan pejabat, dengan catatan semua kepala dinas, kepala biro dan kepala kantor menjaga ritme kerja yang baik. “Kita samakan irama dulu sekarang, biar enak kerjanya. Kalau ada ritme yang sumbang, seizin Menteri dan mengacu peraturan berlaku, maka saya terpaksa mengganti,” tegasnya.

Soal netralitas di Pilkada lanjut dia, semua sudah diatur dalam UU bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib bersikap netral dalam pesta demokrasi itu. “Saya kira itu sudah jelas, sebagai ASN kita tidak bisa berpolitik. Ini juga tetap saya tegaskan ke ASN. Pegawai kan tidak boleh,” lanjutnya. Peran dalam Pilkada, sambung dia hanya mengawal jalannya Pilkada itu agar tetap lancar dan damai.

Kembali mengenai deklarasi “Rumah Baruga”, turut dihadiri Kajati Sultra Azhari, Ketua KPU Sultra Hidayatullah, Bawaslu Sultra hingga tiga paslon gubernur Sultra, Ali Mazi-Lukman Abunawas, Asrun-Hugua dan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar. Saat memberikan sambutan, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto mengaku sengaja menggelar deklarasi “Rumah Baruga” bersama semua elemen supaya ada komitmen bersama menyukseskan pilkada serentak.

“Kami ingin pastikan pilkada serentak di Sultra bisa berlangsung kondusif,” ujarnya. Polda lanjut dia, mengidentifikasi 11 potensi konflik. Mulai dari profesionalitas penyelenggara pemilu, konflik internal parpol, profesionalitas panitia pengawas, dan kondisi geografis. Selanjutnya kata dia, potensi konflik dari masing-masing pasangan calon, termasuk sejarah konflik di daerah. Disamping memang karakteristik masyarakat, gangguan kamtibmas, kemudian profesionalitas aparat pengamanan, dan isu SARA terhadap Paslon. “Kami mencoba bagaimana menyikapi semua itu. Makanya kami bersama-sama jadikan Rumah Baruga sebagai tempat berkumpul membicarakan penyelesaian persoalan pilkada,” imbuhnya. (b/ely/ade)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top