Pariwara
HEADLINE NEWS

Dana Kampanye Awal, Asrun Setor Rp 100 Juta, Ali Mazi Rp 1 Juta

Cagub, Rusda Mahmud, Asrun dan Ali Mazi

KENDARIPOS.CO.ID — Tahapan kampanye pemilihan gubernur (pilgub) Sultra sudah dimulai sejak 15 Februari lalu. Tiga pasangan calon (paslon) juga sudah menyatakan kesiapan sekaligus komitmen kampanye damai. Termasuk lokasi dan jadwal kampanye masing-masing paslon juga sudah dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati begitu, sebelum mereka melaksanakan kampanye, terlebih dahulu harus menyetor laporan awal dana kampanye (LADK). Jumlahnya tidak dibatasi, tergantung masing-masing tim paslon. Dari tiga paslon yang maju di pilgub Sultra, pasangan Asrun-Hugua paling cepat menyetorkan LADK tersebut.

Bendahara Umum paslon Asrun-Hugua, La Yuli mengaku telah menyerahkan LADK sejak 14 Februari lalu. Jumlahnya mencapai Rp 100 juta. “Alhamdulillah, kami yang setor pertama LADK di KPU. Jumlahnya sebesar Rp 100 juta. Ini dana awal, nanti setelah selesai kampanye baru direkab semua pengeluaran. Jadi nanti harus jelas item pengeluaran dan pastinya tidak boleh melebihi Rp 41 miliar seperti disyaratkan penyelenggara,” ungkap La Yuli, Selasa (20/2/2018).

Mantan aktivis KAMMI Sultra ini menjelaskan, LADK tersebut murni dari paslon sendiri, baik Asrun maupun Hugua. “Dana awal kampanye itu seluruhnya berasal dari paslon. Untuk saat ini, belum ada sumbangan dari pihak lain (perseorangan maupun lembaga),” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya memang sangat taat aturan. Makanya, sengaja menjadi pihak pertama menyetorkan LADK di KPU. “Semoga juga ini menjadi sinyal bahwa Asrun-Hugua akan jadi pemenang pilgub,” ujarnya.

Sementara itu, paslon lain Rusda Mahmud-Sjafei Kahar juga sudah menyetorkan LADK di KPU. Jumlahnya lebih banyak dari Asrun-Hugua, sebesar Rp 200 juta. Hal itu disampaikan LO Cagub Rusda Mahmud-Sjafei Kahar, Sukriyaman. “Sebanyak Rp 200 juta itu dari Pak Rusda-Sjafei. Belum ada sumbangan dari perseorangan maupun lembaga manapun. Tapi bisa saja ada ke depannya,” katanya.

Paslon Ali Mazi-Lukman juga sudah setor LADK. Hanya menariknya nominal yang disetor hanya Rp 1 juta. Hal itu berdasarkan laporan yang mereka (Ali Mazi-Lukman) masukan di KPU Sultra. Ketua KPU Sultra, Hidayatullah memastikan semua paslon sudah menyetorkan LADK sejak 14 Februari lalu. “Semua paslon sudah serahkan LADK. Sekarang sudah dibagi zona kampanyenya,” kata Hidayatullah.

Mantan komisioner KPU Kota Kendari ini menambahkan, LADK wajib disetorkan paslon sebelum menggelar kampanye. Sesuai aturan, kampanye yang dilakukan 130 hari tersebut maksimal hanya boleh menggunakan uang Rp 41 miliar. “Kemudian, sumbangan dari perseorangan maksimal 75 juta dan badan hukum swasta 750 juta,” ucapnya. Lebih jauh, mantan Ketua MARA Sultra ini menjelaskan, kampanye paslon dilakukan dengan beberapa cara. Seperti kampanye door to door, pertemuan terbatas dan kampanye akbar. “Itu dilakukan paslon bersama tim. Sementara untuk pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, termasuk iklan di media massa dam debat publik, semua diatur KPU dan biayanya ditanggung daerah (APBD),” terangnya.

Lebih jauh Dayat-sapaan karabnya menuturkan, paslon bersama tim bebas berekspresi (dalam kampanye), selama tidak menyalahi aturan yang ada. Misalnya, dalam pertemuan terbatas tidak boleh lebih dari 2.000 orang yang hadir. Sedangkan rapat umum maksimal 10 ribu orang. “Boleh juga menyediakan bahan kampanye sendiri, tapi nominal per satuannya tidak boleh lebih dari Rp 25 ribu,” imbuhnya. (b/wan)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top