Pariwara
Nasional

Mei Formasi CPNS Ditetapkan, Tes Digelar Setelah Pilkada

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menghitung kebutuhan CPNS 2018. Perhitungan itu didasarkan pada usulan yang diajukan instansi pusat dan daerah. “Masih sementara dihitung dan belum selesai. Kemungkinan besar yang ditetapkan duluan formasi instansi pusat kemudian disusul daerah,” ujar Deputi Sumber Daya Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, Minggu (18/2/2018).

Usai perhitungan akan diperoleh berapa jumlah kuota CPNS 2018 yang dibahas bersama DPR RI untuk kemudian disetujui anggarannya oleh Kementerian Keuangan. Dihubungi terpisah Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengungkapkan, perhitungan kebutuhan didasarkan pada analisa jabatan dan beban kerja. Selain itu, porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menjadi pertimbangan utama. Bila belanja pegawainya di atas 50 persen, daerah tidak akan mendapatkan formasi CPNS.

“Dilihatnya banyak bukan cuma sesuai kebutuhan. Biar butuh kalau belanja pegawai berlebih tidak diberikan,” ujar Bima. Bima mengungkapkan, sebelum Mei formasi harus sudah ditetapkan. Namun, pelaksanaan tes CPNS dilaksanakan setelah Pilkada. “Nantinya, rekrutmen tahun ini masih CPNS belum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) karena peraturan pemerintahnya belum ditetapkan,” tandas Bima.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengaku proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tetap berjalan meski pilkada sedang berlangsung. “Tidak ada kaitan (dengan pilkada), tergantung kesiapan kita,” ujar Asman di Komplek Istana Presiden, Jakarta, belum lama ini.

Asman menjelaskan, ada beberapa daerah yang menyampaikan format kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun usulan formasi tersebut akan dibahas terlebih dulu. “Sekarang lagi menyusun permohonan-permohonan daerah, kemudian kita sinkronkan dengan beban kerjanya, jadi tidak begitu langsung kita setujui,” terangnya. Dia menambahkan, Beberapa daerah, masih menghitung formasi yang akan diajukan kepada pemerintah pusat. Mulai dari jumlah CPNS yang dibutuhkan hingga disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. “Mereka masih menghitung kebutuhan riil. Termasuk kemampuan keuangannya. Nah yang agak menghambat kemampuan keuangannya,” tuturnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2017 pemerintah membuka lowongan CPNS sebanyak 37.108 formasi. Tercatat ada 2.433.656 orang pelamar, namun yang diterima sebanyak 33.156 orang. Tahun ini, pemerintah berencana membuka 120 ribu lowongan. Itu berdasarkan hitungan PNS yang pensiun. “Insyaallah kita buka pakai metode minus gross. Akan ada 120 ribu orang calon PNS termasuk formasi untuk pegawai daerah,” ucapnya. Asman menyebut, empat tahun terakhir, Indonesia sudah melaksanakan moratorium penerimaan CPNS. Dalam rentang waktu tersebut, sudah ada sekitar 400 ribu PNS yang pensiun. (esy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top