Pariwara
Konawe Selatan

PT GMS Enggan Jawab Sorotan Bupati Konsel

H. Surunuddin Dangga

KENDARIPOS.CO.ID — Sindiran Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga pada manajemen PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) yang masuk ke wilayahnya tanpa koordinasi, enggan ditanggapi pihak yang disorot. Sebelumnya, Surunuddin mengungkapkan, hampir dua tahun menjabat sebagai bupati, namun ia sama sekali tak tahu dengan kehadiran perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan di Laonti. Termasuk soal luasan izin usaha pertambangan (IUP) PT GMS. “Nanti saya tahu setelah ada ribut-ribut. Karena ini sudah menjadi permasalan krusial, mau tidak mau saya harus turun tangan. Apalagi ini sudah sampai ke nasional. Maka perlu saya ambil langkah, karena ini menyangkut masyarakat,” tegas Surunuddin, saat bertemu warga Laonti, akhir pekan lalu.

Yang ditanggapi Humas PT GMS, Herman, hanya soal tudingan warga terkait ganti rugi. “Jadi tidak ada itu ganti rugi Rp 350 per kepala keluarga. Yang ada, perusahaan akan memberikan harga Rp 3.750 permetrik ton, ini kompensasi dampak dan siap diberikan pada warga di empat desa,” argumen Herman. Terkait adanya tenaga kerja luar seperti juru masak yang direkrut dari luar, itu juga ditepisnya. “Saya malah mau minta tunjukkan mana tukang masak dari luar. Jelas-jelas kami memberdayakan orang di sekitar,” elaknya.

Ia juga menjelaskan, PT GMS belum melakukan eksplorasi pertambangan. Baru tahap upaya pembebasan lahan. Sehingga sampai sekarang belum menyerap tenaga kerja. Ia bahkan menuding warga yang mengembuskan informasi dan aduan ke bupati saat pertemuan tersebut. “Itu hanya upaya provokator yang sengaja dilakukan oknum tertentu,” bantahnya lagi. Ditanya soal pernyataan yang dilontarkan Bupati Konsel, terkait tak pernah berkomunikasi dengan Pemkab dan sosialisasi pembebasan lahan, ia justru enggan berkomentar.

“Kalau masalah yang dikatakan bupati, saya belum berani komentar. Jelas, saya hanya mau klarifikasi dulu masalah yang disampaikan masyarakat,” tandas Herman. Seperti diberitakan sebelumnya, Sardin, warga Laonti di Balai Rujab Camat Laonti memaparkan, yang menjadi pokok persoalan bukan soal setuju dan tidak dengan kehadiran PT GMS. Tapi belum ada titik temu antara perusahaan dengan pemilik lahan terkait ganti rugi serta dana konpensasi. “Sebenarnya kami bukan tidak setuju, namun hal yang terjadi di masyarakat belum selesai, masalah kompensasi. Kami tidak setuju dengan Rp 350 ribu per KK. Yang paling menyakitkan di desa kami, ketika ada pekerjaan katanya pihak perusahaan siap menyerap tenaga kerja lokal. Nyatanya, mereka pakai tenaga kerja lain,” katanya di hadapan bupati. (c/kam)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top