Pariwara
Nasional

Kemenhub Tagih Janji Kemenkominfo

Cucu Mulyana

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk segera menuntaskan penyediaan dashboard untuk memantau operasional taksi online. Sementara Kemenkominfo baru akan memberikan kunci akses dashboard tersebut ke Kemenhub dan Dinas Perhubungan (Dishub) di berbagai provinsi hari ini (14/2). Penyediaan dashboard adalah amanah dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang Mengatur tentang Angkutan Sewa Khusus.

”Kami meminta Kemenkominfo bisa menyelesaikan penyediaan dashboard sesuai tupoksi-nya. Agar kita bisa mengimplementasikan Permenhub 108/2017 secara efisien dan efektif,” papar Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Cucu Mulyana selasa (13/2). Menurut dia, keberadaan dashboard menjadi hal yang penting dan krusial untuk melaksanakan Permenhub 108/2017. ”Salah satunya agar kami (Kemenhub) bisa tahu berapa jumlah sebenarnya armada dari mitra aplikator,” kata Cucu.

Selain itu, kata Cucu, petugas Dishub provinsi dapat melaksanakan monitoring sehingga hasilnya akan menjadi bahan pengambilan kebijakan di daerah. ”Belum lagi untuk memantau konsistensi penerapan tarif batas atas atau bawah,” tegasnya. Dashboard yang dimaksud nantinya bakal menampilkan jumlah taksi online yang aktif beroperasi di suatu wilayah. Semua data bisa disajikan secara real time.

Lebih lanjut Cucu mengatakan, isu pengaturan taksi online membutuhkan kerja bersama dari semua kementerian agar ada kepastian hukum bagi semua pemangku kepentingan. Tak terkecuali Kemenkominfo. Kata Cucu, Kemenkominfo wajib membuat aturan untuk para pemilik aplikasi (aplikator) karena saat ini banyak hal menimbulkan permasalahan operasional akibat ketiadaan regulasi yang mengatur aplikator.

”Kalau dari sisi transportasi, kami (Kemenhub) sudah bereskan dengan Permenhub 108/2017, (sekarang) kita tunggu dari sisi teknologinya agar semua pemain di bisnis ridehailing mendapat kesetaraan dalam berbisnis,” pungkas Cucu.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan bahwa pihaknya pada 2 Februari lalu telah mendemokan dashboard tersebut kepada jajaran Kemenhub. Pada pertemuan tersebut, disepakati bahwa mereka akan mengadakan pertemuan lagi dengan melibatkan beberapa dinas untuk kustomisasi dashboard. ”Pertemuan tersebut akan difasilitasi oleh Kemenhub,” katanya.

Pria yang akrab disapa Semmy tersebut mengatakan bahwa pada Senin (12/2) telah dilaksanakan pertemuan dimaksud. ”Kami mendemokan dashboard lagi di Kemenhub yang juga dihadiri jajaran Dtjen Aplikasi Informatika, Ditjen Perhubungan Darat, dan beberapa Dishub provinsi serta tiga aplikator/penyedia platform,” jelas Semmy.

Hasil pertemuan berupa kustomisasi kemudian disepakati untuk melakukan persiapan selama dua hari. ”Oleh karena itu, Rabu besok (hari ini, Red.) akses dan otorisasi dashboard diberikan ke Kemenhub dan juga dinas-dinas perhubungan provinsi,” kata Semmy. Dishub-dishub akan bisa melihat dashboard sesuai wilayahnya masing masing.

Untuk mengakses dashboard, bisa dilakukan dengan masuk ke domain Kemenkominfo. Setelah masuk ke dashboard, maka akan terpapar masing masing platform. ”Ada Uber, GoJek, Grab, dan lain lain,” jelas Semmy.

Terkait pengawasan terhadap aplikator, Semmy mengatakan bahwa Kemenkominfo menerapkan pengaturan yaitu dengan light touch regulation untuk mengakomodasi konsep konsep bisnis baru dalam ekonomi digital. (agm/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top