Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Konawe Kepulauan

Talud Kali Ambruk, Dinas PU Konkep Disorot

MURSALIN/KENDARI POS
Anggota DPRD Konkep saat mengecek talud Kali Waturai yang ambruk di Kecamatan Wawonii Tenggara. Belum diketahui siapa kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Namun anggota dewan sudah meminta pertanggungjawaban pihak Dinas PU.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) harus lebih jeli memilih kontraktor untuk mengerjakan beberapa proyek pembangunan di daerah itu. Pasalnya, banyak kontraktor nakal yang tak menuntaskan pengerjaannya. Saat melakukan peninjauan pekan lalu, DPRD Konkep banyak menemukan proyek pembangunan terbengkalai dan dikerja asal-asalan. Contohnya proyek normalisasi Kali Waturai di Desa Waturai, Kecamatan Wawonii Tenggara yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar dan proyek pengadaan air bersih yang mandek di desa tersebut.

Para wakil rakyat itu sebenarnya sudah merencanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU), tim pengawas serta kontraktor, Senin (12/2). Sayangnya, pihak instansi kenis itu justru tak hadir. “Hari ini (kemarin) rencana RDP kami, tetapi Dinas PU mangkir dari panggilan. Yang ingin kami mau tanyakan soal talud normalisasi kali yang roboh sepanjang 20 meter. Padahal talud tersebut baru dikerja akhir tahun 2017 lalu,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Konkep, Amran, senin (12/2).

Ia menegaskan, pihak DPRD akan kembali melakukan panggilan ke Dinas PU untuk mengklarifikasi robohnya talud tersebut. “Kalau tidak diindahkan, maka kami akan rekomendasikan ke ranah hukum,” tegas Amran bersama koleganya Sahidin, Rudy Tahrir, Muh. Yusran Djamula, Untung Taslim dan Wakil Ketua DPRD Konkep, Abdul Rahman. Dia menambahkan, proyek air bersih di Desa Waturai juga mandek. Diduga proyek tersebut tidak sesuai rancangan anggaran biaya (RAB). “Proyek air bersih di Kecamatan Wawonii Utara sekarang tidak mengalir,” beber Amran.

Sejauh ini, para wakil rakyat dari Komisi II tersebut belum mengetahui perusahaan yang mengerjakan proyek miliaran tersebut. Tetapi Amran menegaskan, agar kontraktor dan instansi terkait secepatnya bertanggung jawab dengan persoalan ini. (b/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top