Pariwara
Nasional

TNI Gagalkan Penyelundupan Sabu Satu Ton Jaringan Internasional

Tangkapan sabu 1 ton oleh TNI

KENDARIPOS.CO.ID — Keberhasilan KRI Sigurot-864 menggagalkan penyelundupan satu ton sabu mendapat apresiasi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Minggu (11/2/2017) Hadi bertolak ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam untuk bersua dengan seluruh awak kapal perang tersebut. Dia mengaku bangga lantaran dengan segala keterbatasan, anak buahnya mampu bekerja maksimal. Bagaimana tidak? Apabila berhasil diselundupkan dan beredar, seluruh sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory itu berpotensi mengancam jutaan nyawa.

Hadi menjelaskan bahwa dengan wilayah yang didominasi perairan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL memang belum sepenuhnya ideal. Namun, kondisi itu tidak lantas membuat prajurit matra laut minim prestasi. “Masih bisa operasi sesuai kemampuan yang ada,” ungkap orang nomor satu di institusi TNI tersebut. Sukses menggagalkan sabu dengan jumlah luar biasa banyak adalah salah satu bukti nyata. Sebab, keberhasilan itu tidak diperoleh dengan mudah. Mengingat kapal MV Sunrise Glory sudah lama menjadi incaran aparat.

Selain sudah jadi target sejak tahun lalu, kapal tersebut juga bukan pertama kali masuk wilayah Indonesia dengan tujuan serupa. Yakni menyelundupkan sabu. Berdasar data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), setidaknya sudah tiga kali kapal itu masuk Indonesia. Namun, baru kali ini aparat berhasil menangkapnya. “Hal itu adalah salah satu bagian dari prestasi bersama,” ucap Hadi. Sebab, TNI AL tidak bergerak sendiri. Mereka juga dibantu oleh BNN, Polri, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan instansi lainnya.

Lantaran setara dengan menyelamatkan jutaan nyawa, keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu tersebut dinilai tepat sebagai momentum untuk terus meningkatkan kerja sama antara TNI dengan instansi lainnya. “Saya minta TNI AL khususnya melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Utamanya kepolisian, BNN, dan Bea Cukai,” pinta Hadi. Itu penting karena upaya penyelundupan sabu yang dilakukan menggunakan kapal MV Sunrise Glory turut menegaskan kembali bahwa Indonesia masih menjadi pasar besar bagi bandar narkotika.

Bukan hanya pasar besar bagi bandar di dalam negeri, melainkan juga bagi pemasok dari luar negeri. “Didukung oleh produsen dan pengedar lintas negara,” kata Hadi. Untuk itu, tindakan tegas dan keras harus terus dilakukan. Jangan sampai, narkotika semakin merajalela dan merusak bangsa. Dia pun mendorong BNN, Polri, serta instansi lain yang lebih concern mengurus masalah narkotika terus bergerak. TNI memastikan bakal selalu mendukung mereka. “Sehingga upaya mereka (bandar dan pengedar) melalukan penyelundupan di wilayah NKRI bisa dihalau seperti yang kita lihat (di kasus kapal MV Sunrise Glory,” tambah panglima.

Selaras dengan keterangan Hadi, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa kerja sama antara TNI, Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, serta instansi lainnya harus diteruskan. Bila perlu semakin diperkuat. Tidak hanya itu, pejabat yang akrab dipanggil Bamsoet itu pun meminta aparat menindak tegas seluruh dalang dibalik peredaran narkotika di tanah air. Termasuk yang berperan dalam upaya penyelundupan menggunakan kapal MV Sunrise Glory. “DPR menyarankan tenggelamkan kapal ini (MV Sunrise Glory) dan hukum mati pelakunya,” kata dia tegas.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso menuturkan bahwa sinergitas antara instansinya dengan TNI, Polri juga instansi lain penting untuk menekan potensi masuknya narkotika melalui berbagai jalur. Dengan kerja sama yang baik, peluang bandar memasok narkotika semakin kecil. Kemudian peluang untuk memutus jaringan yang ada juga kian besar apabila kerja sama antar instansi kuat. “Jaringannya harus kami musnahkan dan berantas,” ucap dia. Tidak sampai di situ, kerja sama dengan otoritas di luar negeri juga tidak kalah penting.

Pria yang dikenal dengan panggilan Buwas itu mencontohkan, sabu yang berupaya diseludupkan menggunakan kapal MV Sunrise Glory. BNN mendapat tambahan informasi berkat kerja sama dengan otoritas di luar negeri. “Info yang kami dapat (sabu) itu sebenernya berasal dari Tiongkok. Dan kami bekerja sama kemarin dengan Australia. Mereka juga menginformasikan kepada kami,” beber dia. Selain itu, informasi tambahan juga dia peroleh dari otoritas di Thailand. Namun demikian, dia belum bisa membeberkan secara detail jaringan yang mengatur penyelundupan tersebut.
(syn/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top