Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Hari Ini Paslon Ditetapkan, Bawaslu Sultra : Alat Peraga Kampanye Harus Dibersihkan

KENDARIPOS.CO.ID — Pertarungan sesungguhnya menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menjadwalkan penetapkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur digelar, hari ini (12/2/2018). Hal serupa juga berlaku untuk pasangan calon wali kota/wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati.

Hanya ada dua kemungkinan, lolos dan ditetapkan sebagai pasangan calon atau dicoret. Kalau lolos berarti bisa lanjut ke tahap berikutnya, pencabutan nonor urut hingga mengikuti tahapan kampanye. Tapi kalau dicoret, masih ada juga ruang untuk menggugat. Ketua KPU Sultra, Hidayatullah membenarkan kalau penetapan pasangan calon digelar 12 Februari 2018, hari ini. “Tahapannya sudah jelas dalam PKPU. Penetapan paslon 12 Februari,” ungkap Hidayatullah, Minggu (11/2/2017). Dia menambahkan, pihaknya sudah mempersiapkan acara penetapan paslon tersebut. “Nanti semua bakal calon diundang atau perwakilannya. Pastinya, kami akan sampaikan apa adanya,” janjinya.

Lanjut dia, bukan hanya penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Sultra, tapi juga berlaku di daerah. Misalnya KPU Kolaka, KPU Konawe dan KPU Baubau. “Jadi, penetapan paslon dilakukan di KPU masing-masing. Ini serentak berlaku di seluruh Indonesia,” terangnya. Dia menambahkan, paslon memenuhi syarat atau tidak, baik dalam jalur parpol ataupun perseorangan akan ditentukan dalam rapat pleno terbuka tersebut. Olehnya, mengenai potensi gugur atau tidaknya ditentukan hari itu juga. “Jadi, nanti saja dilihat, apakah ada yang dicoret atau tidak,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu berjanji akan mengawal penetapan pasangan calon oleh KPU. Dirinya juga akan instruksikan seluruh panwas di daerah pilkada untuk lakukan hal serupa. “Kami ingin kawal penetapan paslon,” ujarnya. Dia menegaskan, kalau ada kandidat yang dicoret KPU dan dia merasa keberatan, maka boleh menempuh jalur hukum. Caranya dengan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa ke Bawaslu Provinsi untuk pilgub atau ke panwas kab/kota bagi kandidat di pilbub/pilwali. “Obyek pengajuan permohonan penyelesaian sengketa adalah berita acara atau SK penetapan paslon. Waktu pengajuannya, paling lama 3 hari kerja setelah penetapan paslon oleh KPU,” jelasnya. Akademisi UHO nonaktif ini menambahkan, setelah penetapan paslon 12 Februari tidak boleh lagi ada alat peraga kampanye yang berseliweran. Pihaknya minta kepada seluruh kandidat untuk menertibkan sendiri alat peraga kampanyenya tersebut. “Kalau dibiarkan maka akan diturunkan paksa,” tegasnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top