Pariwara
Konawe Selatan

Bupati Konsel Mediasi Konflik Tambang di Laonti

KAMALUDDIN/KENDARI POS Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (kanan) turun langsung melakukan upaya penyelesaian konflik tambang antara pihak PT GMS dengan masyarakat Laonti.

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya mereduksi sekaligus melakukan meediasi terhadap konflik tambang yang terjadi di Kecamatan Laonti dilakukan Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga. Sengketa antara masyarakat dengan pihak PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) tersebut memang mendapat perhatian serius dari kepala daerah. “Kita mengambil data serta informasi dari pihak masyarakat. Makanya saya sempatkan cek langsung,” ungkap Surunuddin, Sabtu (10/2).

Mantan legislator DPRD Sultra ini mengungkapkan, sudah hampir dua tahun ia menjabat sebagai bupati, namun ia sama sekali tak tahu dengan kehadiran perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan di Laonti. Termasuk soal luasan izin usaha pertambangan (IUP) PT GMS. “Nanti saya tahu setelah ada ribut-ribut. Karena ini sudah menjadi permasalan krusial, mau tidak mau saya harus turun tangan. Apalagi ini sudah sampai ke nasional. Maka perlu saya ambil langkah, karena ini menyangkut masyarakat. Jadi kita harus tahu dulu, mana yang masuk wilayah IUP supaya kita bisa cari solusinya. Biar tidak terjadi konflik horizontal lagi,” tegasnya.

Yang menjadi persoalan, lanjut dia apakah masyarakat setuju dengan masuknya tambang atau tidak. Sardin, salah seorang warga yang sempat hadir dalam pertemuan di balai Rujab Camat Laonti itu memaparkan, yang menjadi pokok persoalan bukan soal setuju dan tidak. Tetapi belum ada titik temu antara perusahaan dengan pemilik lahan terkait ganti rugi serta dana kompensasi. “Kami tidak sepakat dengan Rp 350 per KK. Yang paling menyakitkan di desa kami, ketika ada pekerjaan, katanya pihak perusahaan siap menyerap tenaga kerja lokal. Nyatanya, mereka pakai tenaga kerja lain. Biar tukang masak mereka ambil dari luar, padahal masih banyak masyaarakat sekitar yang bisa diberdayakan, jadi inilah yang menjadi persoalan kenapa sampai ada konflik minggu (11/2),” ungkapnya.

Bupati Konsel berjanji akan memanggil pihak perusahaan serta para delegasi yang telah dipercayakan sebagai keterwakilan empat desa yang masuk wilayah IUP, yakni Desa Tue-tue, Sangi-Sangi, Lawisata dan Ulusawa. Ia menyarankan agar pihak PT GMS memag serius berinvestasi, maka harus membentuk tim sosialisasi. “Kalau itu hak masyarakat tolong diberikan, jangan ada yang mengambil yang bukan haknya. Saya minta kepala desa dan perangkat pemerintahan lainnya harus bebas dari pungutan liar,” katanya mengingatkan. Surunuddin juga mewarning para warga untuk tetap melakukan aktivitasnya bercocok tanam dan tidak coba-coba menjual tanah negara. (b/kam)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top