Pariwara
Nasional

Menyambut Era Revolusi Industri 4.0, Menteri Hanif Minta Perguruan Tinggi Beradaptasi

Hanif Dhakiri

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengingatkan agar perguruan tinggi segera menyesuaikan diri dalam kurikulum pendidikannya. Semua itu untuk menghadapi era revolusi industri keempat (4.0) . Revolusi industri keempat merupakan lanjutan dari beberapa revolusi industri sebelumnya. Revolusi pertama ditandai dengan penemuan mesin uap dan mekanisasi kerja.

Dalam forum Rakernas Asosiasi Rakernas Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia  (APTISI) jumat (9/2), Hanif menyampaikan penyesuaia harus segera dilakukan dalam semua kurikulum dan metode pendidikan.  Politikus PKB ini menyatakan bahwa iklim bisnis dan industri bergerak cepat dan semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. ”Ini berpengaruh pada dunia kerja, keahlian yang dibutuhkan pun berubah,” katanya.

Tantangan perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0
.
Hanif menjelaskan, dunia kerja di era revolusi industri 4.0, merupakan integrasi pemanfaatan internet  dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi

Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi. Interaksi manusia dan mesin semakin intens. Bisnis dan pelayanan yang berbasis nilai, pertukaran data dan komunikasi secara otomatis, Serta penggunaan teknologi internet.

“Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan. Industri yang akan banyak berkembang pada revolusi industry baru ini,” kata Hanif.

Tantangan tersebut kata Menteri Hanif harus dapat diantisipasi melalui transformasi pasar kerja Indonesia dengan mempertimbangkan perubahan iklim bisnis dan industri, perubahan jabatan dan kebutuhan ketrampilan.  “Salah satu  faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar kerja yang semakin berkembang pesat, ” ujar Hanif.

Oleh karena itu, Hanif menambahkan dunia pendidikan dan dunia Industri harus dapat mengembangkan Industrial transformation strategy dengan  mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan. ”Karena transformasi industri akan berhasil jika didukung tenaga kerja yang kompeten,” Pungkasnya.(tau/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top