Pariwara
Metro Kendari

Lanjutan Kasus DAK Muna , Jaksa Bidik Ketua Banggar

Badrut Tamam

KENDARIPOS.C0.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terus bekerja keras menuntaskan kasus dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015. Setelah memeriksa delapan anggota badan anggaran (banggar) DPRD Muna, kini lembaga yang dinakhodai Badrut Tamam itu kembali membidik pimpinan Banggar. “Dalam waktu dekat, pimpinan Banggar akan kita mintai keterangannya,” ujar Badrut Tamam.

Setelah pemeriksaan Banggar tuntas, lanjut dia, akan kembali dilanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah mantan pejabat tinggi Pemkab Muna. Penyidik akan memeriksa kembali mantan Pj Bupati Muna Muh Zayat Kaimoeddin, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terdiri dari Sekretaris kabupaten (Sekab) Muna Nurdin Pamone dan mantan Kepala Bappeda Muna, Syahrir. Mereka dianggap tahu banyak tentang aliran dana ratusan miliar tersebut.

“Komitmen kami, kasus DAK Muna akan terus diusut hingga tuntas. Untuk membuat kasus ini terang benderang, jaksa saat ini sudah membuat schedule pemeriksaan sejumlah saksi kunci dari pejabat eksekutif daerah,” jelasnya. Menurutnya, TAPD merupakan pejabat yang paling bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran. “Semua pejabat maupun mantan pejabat yang terkait dengan pengelolaan anggaran DAK akan kami panggil lagi,” janjinya.

Sebenarnya, jaksa baru saja merampungkan pemeriksaan delapan nama anggota Banggar. Masing-masing Awal Jaya, Ali Basa, La Sanusi dan La Ode Naftahu diperiksa pada Rabu lalu. Sedangkan Fredi Rifai, La Gamuna, Abdul Rajab Biku dan La Ode Iskandar tuntas awal bulan ini.

Dalam pemeriksaan itu, jaksa mendalami apakah pembayaran proyek yang menyeberang tahun melalui pembahasan di Banggar. Sebab dalam penyidikkan, diketahui jika salah satu kejanggalan adalah pembayaran proyek justru dianggarkan menyeberang tahun dari harusnya tuntas dalam satu tahun anggaran. “Kami hanya tanya, apa banggar tahu soal itu,” kata Tamam.

Kasus DAK Muna memang disinyalir melibatkan pejabat kelas atas. Meski saat ini jaksa sudah menetapkan lima tersangka, namun semuanya baru pimpinan SKPD dan pejabat eselon rendah. Kemungkinan ada tersangka baru, masih sangat terbuka. Apalagi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Azhari pernah menyebut kalau kasus dugaan korupsi DAK Muna tergolong kejahatan kerah putih. (b/ode)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top