Pariwara
Politik

Bawaslu: Dicoret KPU, Kandidat Boleh Menggugat

Ilustrasi Bawaslu

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menjadwalkan penetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada 12 Februari mendatang. Jadwal ini juga berlaku untuk pasangan calon wali kota/wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati. Khusus di Sultra, ada empat daerah yang ikut suksesi yakni pilgub Sultra, pilkada Konawe, pilwali Baubau dan pilkada Kolaka.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan, pleno penetapan pasangan calon tersebut berdasarkan PKPU 1 tahun 2017 tentang tahapan program dan jadwal pilkada serentak 2018. Kata dia, saat ini kesiapan menjelang penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Sultra dan KPU Kolaka, KPU Konawe dan KPU Baubau terus dilakukan. “Penetapan paslon tanggal 12 Februari. Ini serentak seluruh Indonesia,” ungkap Hidayatullah, jumat (9/2).

Dia menambahkan, paslon memenuhi syarat atau tidak, baik dalam jalur parpol ataupun perseorangan akan ditentukan dalam rapat pleno terbuka tersebut. Olehnya, mengenai potensi gugur atau tidaknya ditentukan hari itu juga saat rapat pleno. “Jadi, untuk berpotensi gugur, kepastiannya 12 Februari 2018 atau tiga hari ke depan,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu mengatakan, mengharapkan penetapan pasangan calon bisa berlangsung kondusif. Dia juga minta supaya seluruh kandidat beserta tim sukses masing-masing bisa menjaga diri. “Mari bersama menjaga agar pilkada di Sultra berlangsung kondusif,” ajaknya, jumat (9/2).

Dia menegaskan, kalau ada kandidat yang dicoret KPU dan dia merasa keberatan, maka boleh menempuh jalur hukum. Caranya dengan mengajuan permohonan penyelesaian sengketa ke Bawaslu Provinsi untuk pilgub atau ke panwas kab/kota bagi kandidat di pilbub/pilwali. “Obyek pengajuan permohonan penyelesaian sengketa adalah berita acara atau SK penetapan paslon. Waktu pengajuannya, paling lama 3 hari kerja setelah penetapan paslon oleh KPU,” jelasnya.

Akademisi UHO nonaktif ini menambahkan, setelah penetapan paslon 12 Februari tidak boleh lagi ada alat peraga kampanye yang berseliweran. Pihaknya minta kepada seluruh kandidat untuk menertibkan sendiri alat peraga kampanyenya tersebut. “Kalau dibiarkan maka akan diturunkan paksa,” ujarnya.

Kandidat dari jalur parpol hampir pasti lolos. Hanya mereka yang dari jalur perseorang berpotensi terganjal. Khusus di Konawe sudah tidak ada masalah. Sebab, pasangan Muliati Saiman-Ir Mansyur sudah memenuhi syarat. Ketua KPUD Konawe, Sarmadan mengungkapkan hal itu. Kata dia, paslon perseorangan Muliati Saiman-Ir Mansyur telah memenuhi syarat minimal dukungan 16.677 Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tidak hanya itu, sebaran dukungan pasangan ini tersebar di 23 kecamatan.

“Tahap verifikasi dukungan paslon independen telah tuntas. Hasilnya, dukungan Muliati Saiman-Mansur yang memenuhi syarat berjumlah 18.136 dukungan tersebar di 23 kecamatan. Ini artinya, telah melampaui batas minimal dukungan sebanyak 16.677 KTP. Olehnya karena itu, mereka juga akan ditetapkan sebagai pasangan calon pada tanggal 12 Februari mendatang,” jelasnya, jumat (9/2). Sementara calon perseorangan di Baubau belum diputuskan. (b/wan)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top