Pariwara
HEADLINE NEWS

Sabu 1 Kg yang Tertangkap di Bandara Haluoleo Dari Medan, Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup


Notice: Undefined variable: amazondisplaywidget in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/wp-auto-affiliate-links/aal_engine.php on line 503

Donny FM. Rimbing (tengah) diapit petugas BNNP Sultra saat diperiksa manual, Kamis 1 februari 2018 lalu.

KENDARIPOS.CO.ID –Kurir narkoba jenis sabu, Donny FM. Rimbing bakal menikmati hari tuanya di dalam penjara. Hukuman pasal yang di terapkan penyidik Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sultra terhadap Donny cukup berat. Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika diancaman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Desember tahun ini, Donny berusia 30 tahun. Jika ditambah masa hukumannya maka dipastikan Donny bakal menghabiskan hari-harinya dalam penjara. Pria kelahiran Kendari, 19 Desember 1988 itu dianggap sebagai aktor yang akan mengedarkan sabu sebanyak 1,130 gram ke Kendari.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Bambang Priyambadha mengatakan aksi Donny itu bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, Donny juga pernah membawa narkotika jenis sabu dari Makassar ke Kendari untuk diedarkan. Tersangka Donny mendapat perintah dari seorang bandar di Makassar. “Dia (pelaku,red) mengambil barang tersebut dari Makassar dan ini sudah sering dilakukan,” ujar Brigjen Bambang Priyambadha saat menggelar konferensi pers bersama Danlanud HLO, Kolonel Pnb Nana Resmana dan Kepala Bandara Rudi Ricardo, Senin (5/2).

Mantan Wakapolda Sultra itu menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membawa sabu sekira 1 kilogram lebih dari Makassar. Sabu tersebut sesungguhnya diambil dari Medan, Sumatera Utara. Ini terbukti dari boarding pass yang ditemukan oleh BNNP Sultra, yakni 1 lembar boarding pass Medan-Jakarta, 1 lembar rute Jakarta-Makassar dan 1 lembar boarding passa Makassar-Kendari.

Brigjen Bambang Priyambadha menambahkan pihaknya terus melakukan pengembangan kasus narkoba terbesar di Sultra yang berhasil diungkap ini. BNNP Sultra, bandara Halu Oleo dan TNI akan terus berkoordinasi untuk meminalisir penyelundupan narkoba melalui jalur udara. ” Jadi, kasus ini terus kami kembangkan. Sebagai catatan, pihak BNNP juga akan terus melakukan kordinasi dengan pihak Bandara HO Kendari,” tegasnya.

Brigjen Bambang Priyambadha menjelaskan Donny dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) dan pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pasal 114 ayat 2 menyebutkan dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar,menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati.

Selain itu, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua
puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga). Sejak Kamis (1/2) lalu, BNNP Sultra menemukan barang bukti yang dibawa Donny, satu kemasan ikan teri kering dengan kode I berisikan 460 gram sabu, satu kemasan lain bertuliskan kaldu ikan teri dengan kode II yang berisikan, 460 gram sabu, satu bungkusan ikan teri dengan kode III yang berisikan 105 gram sabu, satu kemasan ikan teri kode IV yang berisikan 105 gram sabu. Tiga lembar boarding pass, tiga unit handphone dan travel bag. Untuk diketahui, Donny yang juga warga Jalan Chairil Anwar No. 57 Kelurahan Wua-wua itu ditangkap oleh BNNP Sultra bersama TNI Lanud HO dan petugas bandara sesaat setelah pesawat yang ditumpanginya landing di Bandara HO Kendari, Kamis sekira pukul 15.30 wita. (ade/c)

Kronologis Penangkapan Kurir Sabu 1.130 Gram

– Kamis (1/2) pukul 15.00 wita personel BNNP Sultra berkoordinasi
ke Intel Pom AU Lanud HLO dan Avsec Bandara
– Bahwa akan ada penangkapan kurir narkoba
– Pukul 15.25 wita pesawat landing di Bandara Haluoleo
– Pukul 15.30 Wita saat unboarding tim sudah standby di ruang kedatangan
– Tim memantau seseorang yang dicurigai
– Pukul 15.40 wita orang yang dicurigai mengambil barang bagasi
berupa koper warna hitam
– Pukul 15.45 wita petugas BNNP Sultra didampingi anggota Intel, POM AU dan Avsec Bandara Haluoleo menangkap Donny FM. Rimbing
– Donny yang dicurigai membawa narkoba lalu diperiksa manual
– Pukul 16.00 wita, barang bawaan Donny digeledah
– Ditemukan narkoba jenis sabu sekira 1 kilogram lebih dalam koper
– Sabu dikemas dalam makanan ringan
– Pukul 16.15 wita, Donny diserahkan oleh Danlanud HLO ke BNNP Sultra
– Pukul 16.30 Wita, tersangka dan barang bukti dibawa ke BNNP Sultra

Barang bukti :
– Satu kemasan ikan teri kering berkode I berisi 460 gram sabu
– Satu kemasan lain bertuliskan kaldu ikan teri berkode II berisi 460 gram sabu
– Satu kemasan ikan teri dengan kode III, berisikan 105 gram sabu
– Satu kemasan ikan teri kode IV, berisi 105 gram sabu
– Tiga lembar boarding pass
– Tiga unit handphone
– Satu travel bag

Sumber : BNNP Sultra

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top