Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Waspada ! Perairan Sultra Dilanda Cuaca Ekstrem

KENDARIPOS.CO.ID — Perjalanan penumpang kapal laut akhir-akhir ini sedikit terganggu. Ada gelombang sedang dan tinggi menghantam di perairan. Bukan hanya kapal angkutan, nelayan pun melai menarik diri dari garis pantai yang biasa dilewati saat melaut. Kondisi itu rupanya lumrah terjadi di awal tahun seperti ini. Setiap akhir Januari dan masuk Februari hujan deras disertai angin kencang kerap melanda wilayah perairan Sultra. Itu berdampak pada tingginya gelombang.

Prakirawan cuaca Stasiun Meterologi Maritim Sultra, Adi Istyono S.Geo, membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, pola cuaca di Sultra memang sudah seperti itu. Bulan Februari selalu terjadi anomali cuaca yang terbilang ekstrem. “Dari amatan kita setiap hari memang terjadi pola angin dari daratan. Posisi matahari sekarang ada di Selatan. Sehingga wilayah Selatan lebih panas dibanding wilayah utara. Tekanan angin lebih besar juga ke Selatan,” ujar Adi Istyono, Minggu (4/2/2017).

Pria yang karib disama Adi ini melanjutkan wilayah Sultra dengan tekanan angin lebih besar dari biasanya adalah Baubau bagian selatan dan Wakatobi bagian selatan. Sebab di perairan terjadi gesekan antara angin dan permukaan laut yang menciptakan tekanan lebih besar dan menjadi gelombang tinggi. “Wilayah perairan Baubau dan Wakatobi sekarang gelombangnya antara 0,25 hingga 2 meter, ini karena angin dominan dari daratan,” ungkapnya.

Posisi laut Banda yang begitu bebas dan dilalui laut Jawa membuat anomali cuaca di Sultra fluaktuatif. Namun, kondisi saat ini belum memasuki puncak cuaca ekstrim. Menurut Adi, cuaca yang biasanya diwaspadai itu terjadi pada bulan Mei dan Juni. Saat itu gelombang bisa naik hingga 5 meter. “Cuaca paling ekstrem itu Mei dan Juni, tahun lalu kita seperti itu,” imbuh Adi.

Meski begitu, nelayan di Sultra sudah merasakan dampak dari cuaca itu. Sebagian memilih tak melaut, menunggu kondisi cuaca berangsur normal. “Ada teman di Baubau, katanya harga ikan tinggi di pasar Wameo, itu karena nelayan sudah tak berani ke arah Selatan jadi stok ikan berkurang makanya harganya naik,” tutup Adi Istyono. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top