Pariwara
HEADLINE NEWS

Sudah Hearing di DPRD Sultra, PT Baula Belum juga Ganti Rugi Lahan Warga

Lokasi tambang PT Baula di Konawe Selatan.

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus penyerobotan lahan yang diduga dilakukan PT Baula Petra Buana (BPB) terhadap keluarga rumpun ahli waris Lamarota belum endingnya. Padahal, saat rapat dengan pendapat (RDP) di DPRD Sultra akhir 2017 lalu, terungkap kalau ada bagian lahan yang bukan milik perusahaan tambang nikel itu. Walaupun klaimnya sudah dibayarkan kepada keluarga almarhum Lamarota yang lain.

Belum adanya ganti rugi lahan dari perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea itu diungkapkan ketua rumpun keluarga almarhum Lamarota, Arsanul Lapae. “Sebenarnya kami sudah pernah hearing (RDP) di DPRD Sultra. Saat itu pihak PT Baula juga hadir, termasuk Direktur Keuangannya, Adi turut hadir. Di forum itu, mereka sudah mengakui jika lahan itu adalah lahan nenek moyang kami. Hanya sampai sekarang belum ada upaya untuk lakukan ganti rugi,” kata Arsanul Lapae yang juga masuk salah satu penerima ahli waris dari rumpun Lamarota, kepada Kendari Pos.

Bukan saja soal kepemilikan lahan, lanjut Arsanul, pihak perusahaan juga sudah mengakui dan mengutarakan dalam rapat bahwa sudah pernah ada upaya untuk membayar ganti rugi dengan hitungan Rp 500 per metrik ton. “Direkturnya sendiri akui, kalau mereka sudah pernah mau membayar ganti rugi. Hanya sayangnya, menurut kami jumlahnya sangat tidak manusiawi (terlalu sedikit),” katanya dengan nada jengkel.

Upaya lain yang juga dilakukan adalah melakukan demonstrasi. Namun hingga kini pihak PT Baula masih terus bersikukuh untuk tidak membayar ganti rugi lahan. “Sampai saat ini tidak ada kejelasan, padahal mereka sudah akui. Harusnya mereka segera membayarkan sesuai permintaan ahli waris. Ini malah hanya diam-diam saja setelah dilakukan RDP,” kesalnya. Arsanul dan kolega masih memberi waktu kepada pihak PT Baula lakukan ganti rugi lahan. Jika tidak ada itikad baik, maka pihaknya akan melakukan langkah hukum peradilan, baik pidana maupun perdata.

Keluarga almarhum Lamarota yang tanahnya diduga diserobot PT Baula mengadu ke DPRD Sultra, rabu (29/11). Namun hingga saat ini tak ada hasil menggembirakan. Foto: LM Syuhada/Kendari Pos

“Kami juga akan melakukan upaya untuk memboikot aktivitas perusahaan itu. Bahkan bila perlu kami akan kembali desak pemerintah menghentikan kegiatan eksplorasi. Kami sudah lelah menunggu, tapi tidak pernah ada kejelasan,” ungkapnya. Pihaknya juga berharap agar kepolisian memediasi penyelesaian sengketa lahan ini. Ditambahkannya lagi, dirinya juga menilai ada aktor lain yang mencoba bermain dibalik sengketa lahan ini. “Ada salah satu orang dalam PT Baula yang coba menjadi pahlawan dalam kasus ini. Kadang di satu sisi ketika bertemu dengan kami (pemilik lahan), mengaku sebagai bagian dari rumpun keluarga Lamarota. Dia seolah-olah memediasi, padahal yang diperjuangkan kepentingannya sendiri. Ini mungkin bisa menjadi salah satu penyebab manajemen PT Baula belum mau kooperatif,” sindir Arsanul.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT BPB Adi Aksar menegaskan tidak akan melakukan ganti rugi lahan lagi. Pihaknya tidak akan takut kalau pemilik lahan lakukan gugatan ke pengadilan. “Kalau mereka (keluarga ahli waris Lamarota,red) menggugat, kami siap,” tegas Adi. Kuasa hukum PT BPB Muhamad Gazali juga menegaskan, kliennya sudah membayarkan ganti rugi lahan kepada keluarga Lamarota yang lain. “Bagi klien kami, masalah penyerobotan lahan itu tidak ada,” ujarnya.

Kata dia, pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2010. Nah, sebelum pembebasan lahan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menginventarisir lahan dimaksud. Inventarisir saat itu dilakukan oleh tim 9, yang melibatkan BPN, anggota DPRD, ESDM dan Dinas terkait. “Hasil inventarisir tidak ada masalah. Pembebasan lahan juga terhitung, dan saat itu kami bayarkan Rp 25 juta perhektar kepada ahli waris dari keluarga Lamarota. Jadi, kami bingung sekarang. Kami tidak akomodir permintaan pihak mereka, karena kalau kami akomodir jangan sampai ada lagi yang mengklaim lahan tersebut. Artinya ada lagi keluarga almarhum Lamarota lainnya,” imbuhnya. (b/kam)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top