Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Politik

Pilkada Serentak Harus Bersih dari Provokasi SARA

Syaiful Bakhri

KENDARIPOS.CO.ID — Potensi munculnya radikalisme menjelang Pilkada Serenta 2018 sangat besar. Selain itu, isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) juga berpotensi muncul. “Karena itu, pemerintah, terutama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mesti mewaspadai kemungkinan itu sedini mungkin,” ujar ahli BNPT Syaiful Bakhri akhir pekan lalu.

Menurut dia, masyarakat itu terbagi dalam tiga lapisan yaitu elite, menengah, dan akar rumput (bawah). Dari ketiga lapisan itu, lapisan akar rumput yang paling mudah terprovokasi. Sementara itu, kalangan elite adalah kelompok yang bisa memprovokasi. Di sisi lain, kelompok menengah relatif netral dan tidak terlalu mempersoalkan siapa yang mau jadi pemimpin.

“Kalangan kelas atas biasanya punya desain untuk mempertahankan posisi mereka. Caranya dengan masuk partai politik dan pergaulan elite lainnya. Meski jumlahnya sedikit, kalangan atas yang memiliki uang inilah yang bisa kerja sama atau membiayai provokator,” jelas pria yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini.

Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai terjadinya provokasi dan kampanya hitam, terutama yang mengatasnamakan SARA dalam Pilkada Serentak 2018. Selama ini, lanjut Syaiful, Indonesia sudah berjalan dengan baik dan telah berpengalaman menjalankan pesta demokrasi terbuka, baik pilkada, pemilu legislatif, dan pemilihan presiden (Pilpres).

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top