Pariwara
Hukum & Kriminal

Tunggu Cucu, Warga Kendari Tewas di Depan Apotik

AJAL : Amunir Hasan mendadak meninggal dunia di depan apotek saat menunggu cucunya bubar sekolah. Pria berusia 68 tahun itu diduga mengalami serangan jantung. Petugas RS Bhayangkara saat mengevakuasi mendiang Amunir, Kamis (1/2). Foto : DOKPOL FOR KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Amunir Hasan (68), warga asal Kelurahan Wundudopi, Kota Kendari dijemput ajal, Kamis (1/2) pagi. Kematiannya menghebohkan warga Kecamatan Mandonga, lantaran menghembuskan nafas terakhir di depan Apotik Wati Farma, Jalan Samratulangi Kecamatan Mandonga. Amunir ke apotek bukan untuk membeli obat melainkan sedang menjemput sang cucu yang bubar sekolah.

Kerumunan warga yang ingin melihat peristiwa itu membuat kemacetan. Personel polisi yang dihubungi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui pasti penyebab nyawa Amunir Hasan meninggalkan raganya. Namun dugaan sementara korban meninggal akibat serangan jantung, sesuai keterangan yang diperoleh polisi dari pihak keluarga.

Salah seorang saksi, Alghazali mengatakan mendiang Amunir Hasan memang kerap duduk di kursi depan apotek sembari menunggu cucunya bubar sekolah. Menurut saksi yang juga berprofesi dokter itu, saat kejadian, korban mendadak jatuh dari kursi. Saksi Alghazali sempat memberikan pertolongan, namun nyawa Amunir tak tertolong. “Saya lihat korban sedang duduk. Eh, tiba-tiba langsung terjatuh,” ujar Alghazali kepada Kendari Pos, kemarin.

Melihat korban yang terjatuh, Alghazali melakukan resusitasi jantung paru-paru (tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu). Sayangnya, tindakan Alghazali tak banyak membantu, maut lebih dulu menjemput Amunir Hasan. Alghazali mengaku tak mengenal mendiang Amunir Hasan. Namun dia tahu mendiang Amunir sering menunggu cucunya di depan apotek. Jika cucunya bubar sekolah, Amunir mengantar pulang. “Begitu kebiasaan korban setiap hari,” ujar Alghazali.

Kapolsek Madonga, AKP Kazman mengatakan pihaknya sudha melakukan serangkaian tindakan. Keluarga enggan melakukan otopsi karena dari keterangan keluarga, Amunir diduga meninggal akibat serangan jantung. “Informasi keluarga memang punya riwayat sakit jantung. Sudah dikebumikan jenazahnya,” kata Kapolsek. (ade/c)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top