Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Sultra Alami Inflasi 0.59 Persen

Atqo Mardiyanto, Kepala BPS Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Tingkat inflasi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2018 persentasenya senilai 0.59 persen. Nilai itu diambil dari inflasi tahun kalender Januari 2018.

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar 2.52 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0.08persen dan kelompok sandang sebesar 0,27 persen.

Adapun kelompok kesehatan sebesar 0.02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0.01persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0.01 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2018 sebesar 0,59 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Januari 2018 terhadap Januari 2017 yakni sebesar 2.66 persen,” katanya, kamis (1/2).

Menurut Atqo, komoditas dominan yang mengalami perubahan harga positif yakni tomat sayur dan tomat buah, kerang, nangka muda, pepaya, bandeng, ikan kembung, ikan layang jagung manis dan kue kering berminyak. Sementara komoditas dominan penyumbang inflasi positif yakni beras, ikan kembung, ikan layang dan bandeng, tomat buah dan tomat sayur, telur ayam ras, daging ayam ras, bensin dan pepaya.

“Komoditas dominan yang mengalami perubahan harga negatif ada 10 komponen yakni daging ayam kampung, semangka,sawi hijau, jantung pisang, alat-alat listrik dan bayar, kemeja pendek dan celana panjang sersin. Sedangkan komoditas dominan penyumbang inflasi negatif tetap bayam, jantung pisang, ekor kuning, sawi hijau, cakalang, sabun detergen bubuk dan cair, angkutan udara, celana panjang jeans dan sersin,” jelasnya.

Atqo menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,10. Dari 82 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen dengan IHK sebesar 133,17 dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 138,34.

“Deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,12 persen dengan IHK sebesar 130,28 dan terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0 ,14 persen dengan IHK sebesar 131,63,” tandasnya. (Ind/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top