Space Iklan
Pariwara
Hukum & Kriminal

Identitas Mayat di Hutan Warangga Muna Belum Terungkap

MAYAT : Sosok mayat yang ditemukan di sekita Hutan Warangga, Muna belum teridentifikasi. Dokter sudah melakukan serangkaian tindakan otopsi dan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jasad yang ditemukan sebelum dievakuasi polisi. Foto : ALFIN IPO / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Siapa sesosok mayat yang menggegerkan Kota Raha, Rabu petang hingga kini belum terungkap. Polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui identitas jasad tersebut. Kasatreskrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi menjelaskan upaya otopsi telah dilakukan dengan melibatkan tim dokter forensik dari RS. Bhayangkara Kendari. Hasilnya, diketahui jasad berkelamin pria itu berumur sekira 50 tahun. “Informasi sementara jasad mengenakan baju sebanyak 4 lapis dan celana 2 lapis. Selain itu, ada batu akik yang dibungkus plastik dan disimpan di saku celana,” ujarnya, Kamis (1/2).

Dugaan sementara, pria yang ditemukan menjadi mayat di sekitar hutan Warangga itu adalah seorang tuna wisma. Hal itu disinyalir dari kondisi pakaian yang dikenakan. Tidak ditemukan pula tanda-tanda kekerasan disekujur tubuh mayat. “Dugaan kami tunawisma. Penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan. Jelasnya, mayat sudah berumur kurang lebih seminggu hingga satu bulan lamanya,” jelas Iptu Fitrayadi.

Sebelumnya, warga menemukan mayat di hutan Warangga atau tepatnya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Mangga Kuning, Katobu, Rabu (31/1) sore. Berdasarkan informasi dari salah seorang saksi, La Imu (68), mayat ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan mulai membusuk. “Saya mau perbaiki pagar kebun dan mencium aroma menyengat. Setelah saya cek, ternyata ada mayat,” ungkap La Imu. Saat ini, mayat masih berada di RSUD Raha dan belum dikebumikan. Polisi berharap bagi siapa saja yang kehilangan anggota keluarga, dapat segera melapor.

Di Kendari dilaporkan, proses otopsi dilakukan dokter forensik untuk mengungkap penyebab kematian. Proses otopsi dipimpin Dokpol Kompol dr.Mauluddin. Hasil sementara, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Kondisi jasad sudah membusuk dan diperkirakan telah meninggal selama 7 hari. Korban pula diperkirakan berusia 50-an tahun. Dilihat dari ciri-ciri fisik, jasad yang ditemukan seperti tak terurus saat masih hidup, mirip tunawisma. Dia menduga, kematian pria itu karena faktor usia. “Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar dr.Mauluddin.

Tim forensik telah mengambil sampel DNA dan akan diteliti. Ini dilakukan untuk mengetahui siapa keluarga mayat itu. Ketika ada yang mencari keluarganya dan menduga pria tersebut, tinggal dicocokan DNA-nya. (ode/ade/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top